JAVANETWORK.CO.ID.BANGKALAN – Suasana haru, hangat, dan penuh keakraban menyelimuti Pondok Pesantren Miftahul Khair, Desa Galis, Kabupaten Bangkalan, saat ratusan Alumni PGAN Sumenep Angkatan 1990 berkumpul dalam satu momen istimewa. Kegiatan yang dikemas dalam agenda haul, halal bihalal, sekaligus temu kangen itu menjadi ruang untuk menyambung kembali tali silaturahmi yang sempat terputus selama lebih dari tiga dekade.
Bagi para alumni, pertemuan ini bukan sekadar reuni biasa. Pertemuan tersebut menjadi momentum menghidupkan kembali kenangan masa menimba ilmu, mempererat persaudaraan, sekaligus memperkuat komitmen untuk terus menjaga kebersamaan di masa mendatang.
Ketua Paguyuban Alumni PGAN Sumenep Angkatan 1990, Moh. Kamaruddin, S.Sos, mengatakan bahwa pertemuan ini lahir dari kerinduan panjang para alumni yang selama sekitar 36 tahun tersebar di berbagai daerah dan nyaris tidak pernah bertemu.
“Ini bukan hanya temu kangen, tetapi momentum menyambung kembali tali silaturahmi yang telah terpisah selama kurang lebih 36 tahun. Alhamdulillah, Allah mempertemukan kami kembali dalam suasana penuh kekeluargaan,” ujar Kamaruddin usai kegiatan kepada media ini, Minggu (05/07/2026).
Menurut Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Batuputih menyebut kebersamaan yang kembali terjalin harus dijaga agar tidak berhenti pada satu kegiatan saja.
“Kami berharap pertemuan seperti ini menjadi agenda rutin. Silaturahmi harus terus dirawat karena di sinilah nilai persaudaraan, kebersamaan, dan saling menguatkan antaralumni akan tetap hidup,” tambahnya.
Sebagai tuan rumah, Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Khair, KH. Abdul Adim Faidi, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut di lingkungan pesantren yang diasuhnya.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Pondok Pesantren Miftahul Khair sebagai tempat pelaksanaan kegiatan yang penuh berkah ini. Semoga pertemuan ini membawa manfaat dan mempererat ukhuwah Islamiyah di antara seluruh alumni,” tuturnya.
Ia juga berharap semangat persaudaraan yang telah terbangun mampu terus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
“Silaturahmi adalah kekuatan yang tidak boleh terputus. Saya sangat mendukung agar kegiatan seperti ini terus dilaksanakan secara berkesinambungan sehingga ikatan persaudaraan antarsesama alumni semakin kokoh dan membawa keberkahan bagi semuanya,” pungkas KH. Abdul Adim Faidi.
Pertemuan yang berlangsung dalam suasana penuh kehangatan itu diisi dengan doa bersama, halal bihalal, ramah tamah, serta berbagi cerita perjalanan hidup masing-masing alumni. Tawa, pelukan, dan rasa haru mewarnai setiap sudut pertemuan, menjadi bukti bahwa waktu puluhan tahun tidak mampu menghapus eratnya ikatan persaudaraan yang pernah dibangun di bangku PGAN Sumenep.
Momentum tersebut diharapkan menjadi titik awal semakin solidnya jaringan Alumni PGAN Sumenep Angkatan 1990, sehingga tidak hanya menjadi ruang melepas rindu, tetapi juga menjadi wadah untuk saling mendukung, berbagi manfaat, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.












