JAVANETWORK.CO.ID.JEMBER – Suasana penuh khidmat menyelimuti Pondok Pesantren Al-Marhamah, Sumber Gebang, Bangsal, Jember, Senin (8/9/2025), saat berlangsung Walimatul Urs Tahta Alfiana binti KH. Miftahussurur dengan Moh. Mufid Mubarak bin KH. Baidhawi.
Acara ini menghadirkan ulama kharismatik dari berbagai daerah, termasuk Wakil Bupati Sumenep, KH. Imam Hasyim, serta tokoh masyarakat setempat.
KH. Azaim Ibrohimi, pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Situbondo, menyampaikan tausiyah yang menyentuh hati seluruh hadirin. Ia menekankan pentingnya peran keluarga dalam menghadapi tantangan era globalisasi dan digital.
“Orang tua dituntut proaktif agar anak tetap istiqamah melaksanakan ibadah serta mempertahankan prinsip Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah,” ujar KH. Azaim.

Lebih lanjut, KH. Azaim menegaskan bahwa rumah tangga hanya akan kokoh jika dibangun atas dasar kesabaran dan saling menerima.
“Pasangan suami istri harus sabar dan menerima apa adanya, karena karakter keduanya pasti berbeda. Seorang suami harus benar-benar menjadi imam sebagaimana tercantum dalam Surat An-Nisa ayat 34, sedangkan istri wajib patuh selama tidak diarahkan pada jalan yang salah menurut agama,” jelasnya.
Ia menutup tausiyahnya dengan doa agar pasangan pengantin menjadi keluarga teladan yang sakinah, mawaddah, dan warahmah.
“Mari kita doakan agar mereka menjadi keluarga teladan. Ini bukan sekadar retorika, tetapi harus diwujudkan dalam kehidupan nyata,” pungkas KH. Azaim.
Sementara itu, KH. Imam Hasyim selaku Wakil Bupati Sumenep dan tuan rumah menyampaikan sambutan singkat:

“Terima kasih atas kehadiran para ulama dan tokoh masyarakat. Mohon doa barokah agar anak kami diberi keberkahan ilmu, umur, rezeki, serta dikaruniai keturunan yang sholeh dan sholehah,” ujar KH. Imam Hasyim.
Deretan tokoh yang hadir dalam acara penuh keberkahan ini di antaranya: KH. Mohammad Rofi’i Baidhawi dari Banyuanyar, Pamekasan; KH. Muhyiddin Abd. Shomad dari Jember; Ny. Hj. Insiyah As’ad dari Sukorejo; Ny. Hj. Juwairiyah, istri almarhum KH. Fawaid As’ad Syamsul Arifin Sukorejo; KH. Amin Rifqi dari Bunangka, Palengaan, Pamekasan; serta para masyaikh dan tokoh masyarakat lainnya.
Acara kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh KH. Muhyiddin Abd. Shomad dari Jember dan KH. Amin Rifqi dari Bunangka, Palengaan, Pamekasan.
Doa yang dipanjatkan mencakup harapan agar pasangan pengantin senantiasa diberkahi, keluarga menjadi teladan, serta kelak lahir generasi muda yang berakhlak mulia dan istiqamah dalam menegakkan nilai-nilai agama.(REDJAVA)












