JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menghadiri kegiatan pasar murah yang digelar di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Sabtu (23/8/2025). Agenda tersebut menjadi bagian dari upaya pengendalian inflasi sekaligus penguatan ketahanan pangan di Jawa Timur.
Dalam kesempatan itu, Khofifah menegaskan pentingnya menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok. Menurutnya, daya beli masyarakat sangat dipengaruhi oleh ketersediaan stok dan kelancaran distribusi pangan.
“Pastikan banyak turun ke pasar hari-hari ini, karena beras SPHP ini belum maksimal distribusinya. Kalau stok aman tapi distribusinya kurang, maka daya beli masyarakat akan terganggu,” ujar Khofifah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia juga mengingatkan agar bantuan sosial benar-benar digunakan untuk kebutuhan yang bermanfaat.

“Saya selalu berpesan, bantuan sosial jangan dipakai judi online. Gunakanlah untuk kebutuhan keluarga dan pendidikan anak-anak kita,” tegasnya.
Selain persoalan pangan, Khofifah turut menaruh perhatian terhadap lonjakan kasus campak di Kabupaten Sumenep yang kini ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB). Ia menyampaikan duka cita atas meninggalnya sejumlah anak akibat penyakit tersebut.
“Insya Allah anak-anak yang wafat karena campak dalam usia belia adalah suci dan akan menjadi penolong bagi orang tuanya. Namun kita semua harus memastikan imunisasi serentak tanggal 25 Agustus bisa berjalan maksimal, agar anak-anak kita sehat, cerdas, dan terlindungi,” sambungnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Sumenep KH. Imam Hasyim menyampaikan apresiasi atas kehadiran Gubernur Jawa Timur di Bumi Sumekar. Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi motivasi baru bagi pemerintah daerah dalam mempercepat pembangunan di berbagai sektor.
“Dengan dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur, kami terus berupaya mengoptimalkan potensi Sumenep di bidang pertanian, perikanan, pariwisata, maupun kebudayaan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Imam Hasyim.
Ia juga menegaskan bahwa perhatian Pemprov Jatim sangat berarti, terutama dalam menghadapi lonjakan kasus campak di wilayahnya.
“Kami menyampaikan terima kasih atas atensi Ibu Gubernur terhadap peningkatan kesehatan di Kabupaten Sumenep. Insya Allah dengan sinergi pemerintah provinsi dan kabupaten, langkah-langkah pengendalian bisa lebih cepat dan efektif,” tambahnya.

Selain kesehatan, Imam Hasyim turut memaparkan capaian Kabupaten Sumenep dalam menurunkan angka kemiskinan. Ia menyebutkan bahwa tingkat kemiskinan berhasil ditekan dari 20,18 persen pada 2021 menjadi 17,78 persen di tahun 2024.
“Bahkan pada periode 2022 sampai 2024, penurunan angka kemiskinan di Kabupaten Sumenep tercatat terbaik di Jawa Timur dengan penurunan sebesar 2,4 persen. Hal ini berkat kolaborasi program perlindungan sosial, pemberdayaan ekonomi, dan perluasan akses pendidikan serta kesehatan,” jelasnya.
Adapun pasar murah yang digelar oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Timur ini menyediakan sejumlah komoditas pangan dengan harga terjangkau. Beberapa di antaranya beras premium Rp14.000/kg, beras medium Rp11.000/kg, minyakita Rp13.000/liter, telur ayam ras Rp22.000 per pack, tepung terigu Rp10.000/kg, gula pasir Rp14.000/kg, bawang putih Rp6.000/250 gr, dan bawang merah Rp7.000/250 gr.
“Melalui pasar murah ini, kami berharap dapat membantu meringankan beban masyarakat sekaligus menjaga daya beli tetap stabil,” pungkas Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. (REDJAVA****)











