Di Antara Sunyi dan Bayangan Wajahmu

Kamis, 10 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAVANETWORK.CO.ID.ARTIKEL – Pikiran adalah tempat paling riuh dalam sunyi. Di sana, gema masa lalu tak pernah benar-benar padam. Wajah seseorang yang pernah terlalu lama tinggal di hati bisa hidup lebih abadi dari waktu itu sendiri. Begitulah kisah saya: sebuah autobiografi cinta yang tak pernah benar-benar selesai dan mungkin, memang tak seharusnya selesai.

Aku mengenalnya bukan dalam adegan film yang romantis. Tak ada hujan yang mengguyur atau tatapan yang saling mengunci di sudut kafe. Kami bertemu pada hari biasa, di tempat yang biasa, dengan percakapan yang terlalu biasa untuk dikenang. Namun entah mengapa, wajahnya tertanam, dan tak pernah benar-benar pergi.

Baca Juga :  PWI Sumenep Goes To Campus, Perdana di Uniba Madura

Bayangannya bukan sekadar kenangan. Ia menjelma kabut yang menyelimuti benak. Saat pagi tiba, ia hadir di sela aroma kopi. Saat malam datang, ia menyusup di antara celah mimpi dan kesadaran. Cinta ini bukan soal memiliki, tapi soal bagaimana ia tetap hidup dalam cerita hidup saya tanpa pernah benar-benar menjadi tokoh utama.

Baca Juga :  Survei SuKMa-e Jatim, RSUDMA Sumenep Raih Nilai Kepuasan 90.20%

Saya pernah mencoba melupakannya. Saya percaya waktu bisa menyembuhkan. Saya kira cinta bisa dikubur seperti surat usang. Tapi ternyata tidak. Cinta ini tidak membusukia justru bermetamorfosis: dari rindu menjadi puisi, dari kehilangan menjadi pengertian.

Wajahnya adalah penanda waktu. Saat saya tersenyum, ia hadir di baliknya. Saat saya terluka, ia datang sebagai jeda yang menenangkan. Ia bukan hantu. Bukan harapan. Ia adalah rasa yang tak bisa diberi nama hanya bisa dirasakan.

Baca Juga :  Polsek Dungkek Dorong Kemandirian Warga, Wujudkan Swasembada Pangan dari Pekarangan

Autobiografi cinta saya bukan kisah tentang dua orang yang bersatu. Ini adalah kisah tentang seseorang yang belajar mencintai dalam diam, menyayangi tanpa syarat, dan memahami bahwa tidak semua cinta dimaksudkan untuk tinggal bersama kita. Beberapa akan tinggal di pikiran selamanya.

Dan mungkin, itulah bentuk cinta paling utuh: yang tak pernah memiliki, tapi juga tak pernah pergi. (REDJAVA****)

 

Penulis : Jazz, Kamis 10 Juli 2025

Editor : REDJAVA

Berita Terkait

BRIDA Sumenep Petakan Potensi Daerah, Produk Unggulan Disiapkan Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi
Ayah Wajib Hadir, Disdik Sumenep Ajak ASN Jadi Teladan Dimulai dari Keluarga
Kawal Aksi Mahasiswa di Pemkab Sumenep, Satlantas Polres Sumenep Pastikan Arus Lalu Lintas Tetap Lancar
Sidang Korupsi BSPS Sumenep Masuk Babak Tuntutan, Lima Terdakwa Hadapi JPU
Jelang Tahun Ajaran Baru, 29 Kepala MTs se-Bluto Perkuat Kurikulum Berbasis Cinta dan MATAMUDA 2026
Bakti TNI AD 2026 Jadi Momentum Sinergi, Pemkab Sumenep Siap Dukung Pembangunan Madura
Dominasi Arena Bupati Cup 2026, Kontingen MAN 1 Sumenep Borong 11 Gelar dan Sabet Predikat Pesilat Terbaik
Disdik Sumenep Mulai Terapkan Program Diniyah, Sasar Penguatan Akhlak dan Karakter Siswa

Berita Terkait

Senin, 6 Juli 2026 - 21:59 WIB

BRIDA Sumenep Petakan Potensi Daerah, Produk Unggulan Disiapkan Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi

Senin, 6 Juli 2026 - 21:26 WIB

Ayah Wajib Hadir, Disdik Sumenep Ajak ASN Jadi Teladan Dimulai dari Keluarga

Senin, 6 Juli 2026 - 20:34 WIB

Kawal Aksi Mahasiswa di Pemkab Sumenep, Satlantas Polres Sumenep Pastikan Arus Lalu Lintas Tetap Lancar

Senin, 6 Juli 2026 - 17:44 WIB

Sidang Korupsi BSPS Sumenep Masuk Babak Tuntutan, Lima Terdakwa Hadapi JPU

Senin, 6 Juli 2026 - 16:42 WIB

Jelang Tahun Ajaran Baru, 29 Kepala MTs se-Bluto Perkuat Kurikulum Berbasis Cinta dan MATAMUDA 2026

Berita Terbaru