Di Antara Sunyi dan Bayangan Wajahmu

- Redaksi

Kamis, 10 Juli 2025 - 20:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAVANETWORK.CO.ID.ARTIKEL – Pikiran adalah tempat paling riuh dalam sunyi. Di sana, gema masa lalu tak pernah benar-benar padam. Wajah seseorang yang pernah terlalu lama tinggal di hati bisa hidup lebih abadi dari waktu itu sendiri. Begitulah kisah saya: sebuah autobiografi cinta yang tak pernah benar-benar selesai dan mungkin, memang tak seharusnya selesai.

Aku mengenalnya bukan dalam adegan film yang romantis. Tak ada hujan yang mengguyur atau tatapan yang saling mengunci di sudut kafe. Kami bertemu pada hari biasa, di tempat yang biasa, dengan percakapan yang terlalu biasa untuk dikenang. Namun entah mengapa, wajahnya tertanam, dan tak pernah benar-benar pergi.

Baca Juga :  Warga Batang-Batang Sumenep Digegerkan Penemuan Sumur Berisi Minyak Gas

Bayangannya bukan sekadar kenangan. Ia menjelma kabut yang menyelimuti benak. Saat pagi tiba, ia hadir di sela aroma kopi. Saat malam datang, ia menyusup di antara celah mimpi dan kesadaran. Cinta ini bukan soal memiliki, tapi soal bagaimana ia tetap hidup dalam cerita hidup saya tanpa pernah benar-benar menjadi tokoh utama.

Saya pernah mencoba melupakannya. Saya percaya waktu bisa menyembuhkan. Saya kira cinta bisa dikubur seperti surat usang. Tapi ternyata tidak. Cinta ini tidak membusukia justru bermetamorfosis: dari rindu menjadi puisi, dari kehilangan menjadi pengertian.

Wajahnya adalah penanda waktu. Saat saya tersenyum, ia hadir di baliknya. Saat saya terluka, ia datang sebagai jeda yang menenangkan. Ia bukan hantu. Bukan harapan. Ia adalah rasa yang tak bisa diberi nama hanya bisa dirasakan.

Baca Juga :  Rutan Sumenep Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis, Keluarga Warga Binaan Bisa Cek Kondisi Tubuh Saat Berkunjung

Autobiografi cinta saya bukan kisah tentang dua orang yang bersatu. Ini adalah kisah tentang seseorang yang belajar mencintai dalam diam, menyayangi tanpa syarat, dan memahami bahwa tidak semua cinta dimaksudkan untuk tinggal bersama kita. Beberapa akan tinggal di pikiran selamanya.

Dan mungkin, itulah bentuk cinta paling utuh: yang tak pernah memiliki, tapi juga tak pernah pergi. (REDJAVA****)

 

Penulis : Jazz, Kamis 10 Juli 2025

Editor : REDJAVA

Follow WhatsApp Channel javanetwork.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

BERITA TERKAIT

Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD
PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni
Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep
154 Warga Binaan Rutan Sumenep Terima Remisi HUT ke-81 RI, 2 Langsung Bebas
75 Paskibraka Sumenep Sukses Kawal HUT ke-81 RI, Honor Cair dan Evaluasi Besar Disiapkan
Camat Pragaan Pimpin Upacara HUT ke-81 RI, Kobarkan Nasionalisme dan Perkuat Kebersamaan Warga
HUT ke-81 RI, PDI Perjuangan Sumenep Tekankan Semangat Gotong Royong dan Kerja Nyata
HUT ke-81 RI di Sumenep, Bupati Fauzi Bicara Kemerdekaan yang Harus Terasa

BERITA TERKAIT

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:32 WIB

Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:21 WIB

154 Warga Binaan Rutan Sumenep Terima Remisi HUT ke-81 RI, 2 Langsung Bebas

Senin, 17 Agustus 2026 - 17:54 WIB

75 Paskibraka Sumenep Sukses Kawal HUT ke-81 RI, Honor Cair dan Evaluasi Besar Disiapkan

BERITA TERBARU