JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur IX semakin dekat, dan atmosfer persaingan mulai terasa di berbagai cabang olahraga, termasuk angkat besi.
Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABSI) Kabupaten Sumenep kini tengah mengintensifkan persiapan dengan fokus utama pada penguatan fisik dan pengendalian berat badan para atletnya.
Sebagai olahraga yang sangat bergantung pada kekuatan dan ketepatan berat badan, angkat besi menuntut kedisiplinan lebih dibandingkan banyak cabang lain.
Ketua PABSI Sumenep, Rusdy, menegaskan bahwa latihan keras bukan sekadar soal meningkatkan daya angkat, tetapi juga memastikan setiap atlet tetap berada dalam kategori berat badan yang sesuai dengan nomor yang mereka ikuti.
“Angkat besi berbeda dengan cabang olahraga lain yang lebih fleksibel dalam berat badan atletnya. Di sini, satu kilogram bisa menentukan nasib seorang lifter, apakah tetap dalam kelas yang mereka targetkan atau harus bertanding di kategori yang lebih berat, yang bisa berpengaruh besar pada peluang mereka,” ujar Rusdy saat ditemui pada Kamis (13/2/2025).
Menurutnya, menjaga berat badan adalah tantangan tersendiri, terutama bagi atlet yang terus berlatih dengan intensitas tinggi.
Kalori yang terbakar dalam setiap sesi angkat beban sangat besar, sehingga pola makan harus diatur dengan ketat agar tidak kehilangan massa otot atau justru mengalami kenaikan berat yang tidak diinginkan.
“Para atlet harus menjalani latihan hampir setiap hari untuk mempertahankan kekuatan otot, tetapi di sisi lain, mereka juga harus menjaga pola makan agar berat badan tetap stabil. Kami juga mendukung mereka dengan suplemen dan vitamin untuk memastikan kondisi tubuh tetap prima,” tambahnya.
Namun, tantangan terbesar dalam persiapan kali ini bukan hanya soal fisik. Minimnya kompetisi lokal membuat PABSI Sumenep harus mencari cara agar para atlet tetap bisa mengukur perkembangan mereka.
“Tanpa kejuaraan reguler, kami sulit menilai sejauh mana peningkatan performa atlet. Berbeda dengan cabang lain yang sering mengikuti turnamen uji coba, di angkat besi kesempatan itu sangat terbatas. Oleh karena itu, kami harus memaksimalkan sesi latihan sebagai ajang evaluasi internal,” jelas Rusdy.
Meski menghadapi berbagai kendala, PABSI Sumenep tetap optimistis bisa bersaing dengan daerah lain di Porprov Jatim IX.
Dengan program latihan yang disiplin, manajemen berat badan yang ketat, serta dukungan penuh dari tim pelatih, mereka berharap dapat mengukir prestasi terbaik dan mengharumkan nama Sumenep di level provinsi.
Kini, para lifter Sumenep terus berjuang di bawah barbel, tidak hanya mengangkat beban fisik, tetapi juga membawa harapan besar untuk membawa pulang medali.
Dengan semangat juang yang tak kenal lelah, mereka siap membuktikan bahwa Sumenep layak diperhitungkan di kancah angkat besi Jawa Timur. (REDJAVA****)












