JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Dalam suasana peringatan Hari Buruh Internasional yang sarat makna, Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Sumenep, H. Hosnan, S.I.P., M.A.P., tampil sebagai sosok yang tidak hanya memahami denyut nadi kaum pekerja, tetapi juga menyuarakan aspirasi mereka dengan penuh keberpihakan.
Melalui pamflet berdesain kuat yang viral di media sosial, Hosnan menyampaikan pesan sederhana namun mendalam:
“Hari ini adalah hari yang didedikasikan kepada para pekerja, baik paruh waktu atau penuh, yang membantu dunia berputar,” kata Hosnan dalam keterangannya, Kamis (01/05/2025)
Sebuah pernyataan yang seketika menggetarkan ruang digital, karena menyentuh akar realitas bahwa pekerja adalah poros kehidupan, namun kerap terlupakan.
Dalam gambar tersebut, Hosnan tampil gagah mengenakan jas dan peci nasionalis, berdiri di samping ilustrasi kepalan tangan merah lambang universal perjuangan kelas pekerja.
Warna merah dominan mengisyaratkan keberanian, kekuatan kolektif, dan semangat juang yang tak pernah padam.
“Momentum Hari Buruh bukan sekadar seremoni. Ini adalah panggilan untuk berpihak. Saya dan Fraksi PDI Perjuangan akan terus memperjuangkan hak-hak buruh di parlemen lokal, baik melalui kebijakan, pengawasan, maupun anggaran,” ujar Hosnan lebih lanjut.
Di tengah tantangan global, digitalisasi, dan disrupsi pasar kerja, Hosnan menekankan pentingnya memastikan perlindungan, upah layak, serta pelatihan peningkatan kapasitas bagi buruh lokal di Sumenep.
“Kita ingin pekerja bukan hanya bertahan, tapi juga tumbuh dan bangga atas profesinya,” ungkapnya.
Lebih lanjut sosok Hosnan kini bukan hanya representasi politisi lokal. Ia menjelma menjadi simbol suara buruh Madura yang bangkit, lantang, dan tak lagi di pinggir sejarah.
“Jika dunia terus berputar, maka itu karena para buruh yang terus bergerak. Kita harus berdiri di barisan mereka,” tutup Hosnan dengan nada tegas dan inspiratif. (REDJAVA****)












