JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP — Pengasuh Pondok Pesantren Annuqayah Lubangsa, KH Muhammad Shalahuddin A. Warits, menegaskan bahwa Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep memegang peran strategis dalam memajukan daerah.
Bukan semata urusan keagamaan, tetapi juga tanggung jawab kebangsaan melalui penguatan dakwah Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) An-Nahdliyah.
Pernyataan itu disampaikan Ra Mamak sapaan akrabnya sesaat setelah penetapan KH MD Widadi Rahim sebagai Ketua Tanfidziyah dan KH Washil Hasyim sebagai Rais Syuriah PCNU Sumenep dalam Konferensi Cabang (Konfercab) di Pondok Pesantren Latee, Guluk-Guluk, Minggu (7/12).
Menurutnya, kepemimpinan PCNU ke depan harus solid dan hadir dalam setiap kebijakan strategis yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Pihaknya menegaskan bahwa NU bukan hanya penjaga tradisi, tetapi juga penggerak perubahan sosial.
“Harapan kami sebagai warga pesantren, PCNU mampu menjaga soliditas dan memantapkan kepemimpinannya dalam dakwah Aswaja An-Nahdliyah,” kata Ra Mamak.
Ia menilai dakwah Aswaja memiliki cakupan luas, mencakup pendidikan, ekonomi, hingga persoalan lingkungan. Karena itu, PCNU harus ikut memberikan arah kebijakan serta solusi terhadap beragam problem yang dihadapi masyarakat.
“Majunya Sumenep tidak hanya ditentukan pemerintah. Pengurus PCNU dan masyarakat NU juga punya tanggung jawab besar untuk ikut mendorong perubahan,” tegasnya.
Dengan komposisi kepemimpinan baru, Ra Mamak optimistis PCNU Sumenep mampu memperkuat peran strategisnya sebagai mitra masyarakat dan pemerintah dalam mempercepat pembangunan daerah. (REDJAVA****)












