Wartawan-Pengamat Seratus Ribuan

- Redaksi

Senin, 25 Desember 2023 - 19:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua APSI Jatim Sulaisi Abdurrazaq

Ketua APSI Jatim Sulaisi Abdurrazaq

Wartawan-Pengamat Seratus Ribuan

Oleh : Sulaisi Abdurrazaq

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – KOMENTAR itu penting, asal berbobot. Jangan ngawur dan konyol kayak orang kopler.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saya hindari komentari masalah di luar perkara yang masuk ke meja kerja saya.

Tapi, terkait TKD Kolor Kec. Kota Sumenep, TKD Cabbiya dan Talango Kec. Talango Sumenep tahun 1997 saya cermati ada pengamat becek seratus ribuan yang sering komentari saya di media.

Media-media yang memuat, sejak awal menjadikan satu pengamat becek ini sebagai nara sumber tunggal, medianya tak pernah konfirmasi saya.

Pada kasus lain, saya pernah beri peringatan seorang wartawan yang sekaligus jadi nara sumber di media, karena suka ngawur dan konyol. Seminggu kemudian ditangkap polisi akibat sabu-sabu. Dia meringkuk di balik jeruji.

Ternyata, ada juga wartawan-pengamat pemakai sabu. Pengamat kopler. Becek.

Baca Juga :  Kejari Sumenep Lakukan RJ Kasus Narkoba Ringan di Rumah Mandhapa Desa Pabian

Dalam kasus ini, mau tahu yang saya sebut wartawan-pengamat seratus ribuan?

Media-media seperti Gempar Data, CMN dan Berita Viral menyebutnya Rasyid Nahdiyin. Tapi dalam dokumen saya nama aslinya adalah Abd. Rasid.

Saya Penasehat Hukum di media Gempar Data, tapi kalau cara kerjanya begini, saya beri kartu kuning. Jika terpaksa saya akan minta agar dihapus saja status saya sebagai Penasehat Hukum di Gempar Data.

Perkara yang saya tangani perkara besar, yang menentukan nasib banyak orang. Harus ada edukasi hukum dalam perkara ini, bukan lelucon.

Media itu wajib memberi edukasi, kroscek data, lakukan analisis. Kalau mau komentar ngawur bisa gunakan media sosial, jangan kanal berita. Itu merusak kehormatan profesi jurnalistik.

Tidak jelas mengapa media-media menyematkan kata Nahdiyin di belakang nama Rasid. Apakah supaya terkesan dia nahdiyin supaya disegani, atau kemana arahnya.

Baca Juga :  Gelar Sosialisasi Pengawasan, Ketua Panwascam Saronggi Minta Masyarakat Terlibat Aktif Awasi Tahapan Pilkada 2024

Saya ingin menyebut Abd. Rasid ini wartawan-pengamat seratus ribuan, karena rekam jejaknya becek, suka ngamen  seratus ribuan ke beberapa Kades.

Thierry Henry, seorang atlet sepak bola profesional, harus gantung sepatu dulu sebelum memutuskan menjadi pengamat sepak bola dengan bayaran termahal di Inggris.

Abd. Rasid mengambil posisi peran ganda, wartawan sekaligus pengamat kebijakan publik. Ngawur lagi. Tak seperti Thierry Henry yang dibayar, Abd. Rasid harus ngamen agar dapat seratus ribu.

Saya bilang ngawur karena komentarnya ngelantur, tidak berbasis data, jauh dari fakta, nyebut nama saya saja salah, apalagi bahas hukum. Beritakan praperadilan minta jaksa objektif. Padahal ga ada kaitan dengan jaksa. Pengamat kebijakan publik yang dikomentari kasus hukum. Menyesatkan sekali.

Baca Juga :  Peringati HANI 2025, Rutan Sumenep dan BNNK Gelar Senam Bersama: Simbol Perlawanan terhadap Narkoba

Kalau Abd. Rasid mau tahu bagian mana yang menyesatkan, nanti saya beber, berikut dokumen elektronik yang tercecer di meja saya, baik bukti transfer maupun record yang membuktikan dirinya wartawan-pengamat yang becek.

Saya ingatkan oknum jurnalis yang paling rajin menulis kasus TKD. Jika tulisanmu tidak objektif, tidak berdasar data dan sumber yang benar, saya khawatir jurnalis lain marah.

Jurnalis yang mara bisa saja memunculkan video oknum wartawan yang sedang menghitung duit hasil memalak.

Video berdurasi panjang itu diambil di posko rumah salah satu koordinator penyuluh dinas pertanian. Langkah itu bisa menjadi cermin kemarahan jurnalis lain yang merasa kehormatan dirinya sebagai jurnalis dirusak oleh wartawan-pengamat yang becek.

Jika tidak tobat, saya khawatir nanti cidera. (REDJAVA****)

Follow WhatsApp Channel javanetwork.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

BERITA TERKAIT

Kakanwil Ditjenpas Jatim Kusnali Sambangi Rutan Sumenep, Kejar Paket hingga Batik Catra Tuai Apresiasi
Disdik Sumenep Dorong Dongeng Jadi Senjata Pendidikan Karakter Anak Sejak Dini
Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD
PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni
Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep
154 Warga Binaan Rutan Sumenep Terima Remisi HUT ke-81 RI, 2 Langsung Bebas
75 Paskibraka Sumenep Sukses Kawal HUT ke-81 RI, Honor Cair dan Evaluasi Besar Disiapkan
Camat Pragaan Pimpin Upacara HUT ke-81 RI, Kobarkan Nasionalisme dan Perkuat Kebersamaan Warga

BERITA TERKAIT

Rabu, 16 September 2026 - 08:22 WIB

Kakanwil Ditjenpas Jatim Kusnali Sambangi Rutan Sumenep, Kejar Paket hingga Batik Catra Tuai Apresiasi

Minggu, 13 September 2026 - 23:59 WIB

Disdik Sumenep Dorong Dongeng Jadi Senjata Pendidikan Karakter Anak Sejak Dini

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:32 WIB

Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep

BERITA TERBARU