JAVANETWORK.CO.ID.MADINAH – Perjalanan ibadah umrah selama 14 hari yang dipimpin Wakil Bupati Sumenep terpilih, K.H. Imam Hasyim, berakhir penuh haru di Kota Madinah, Arab Saudi.
Bersama 93 jamaah, ia menutup rangkaian ibadah dengan tawassul akbar dan pembacaan Sholawat Nariyah sebanyak 4.444 kali di pelataran Masjid Nabawi, ba’da Tarawih pukul 23.00 waktu setempat atau sekitar pukul 02.00 WIB.

Suasana khidmat menyelimuti ribuan jamaah yang memadati area masjid malam itu.
Di antara lantunan doa dan sholawat, rombongan dari Sumenep larut dalam mujahadah bersama sebelum melaksanakan prosesi wada’ atau perpisahan dengan Rasulullah SAW.
“Kami bertawassul dan membaca Sholawat Nariyah 4.444 kali sebagai bentuk ikhtiar batin. Setelah itu kami wada’ kepada Kanjeng Nabi Muhammad pppSAW, memohon syafaat dan perlindungan. InsyaAllah kami yakin seluruh jamaah akan diberi keselamatan dalam perjalanan kembali ke Indonesia,” kata Kiai Imam Hasyim dari Madinah, Selasa (03/03/2025) waktu setempat.
Rangkaian umrah ini berlangsung delapan hari di Makkah dan enam hari di Madinah.
Menurutnya, kebersamaan dan kekompakan jamaah menjadi kekuatan utama selama berada di Tanah Suci, terlebih di tengah dinamika situasi global yang sempat memunculkan rasa waswas.
“Alhamdulillah seluruh jamaah sangat antusias mengikuti mujahadah. Kami merasakan ketenangan luar biasa setelah bermunajat bersama. Keyakinan itu yang menguatkan kami bahwa perjalanan pulang akan berjalan lancar,” tambahnya.
Saat ini rombongan telah berada di Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, untuk bersiap kembali ke Tanah Air. Seluruh jamaah dilaporkan dalam kondisi sehat.
Tak hanya sisi spiritual, pelayanan dari Al Barokah Travel juga menuai apresiasi. Jamaah merasa terbantu dengan sistem pendampingan yang rapi, mulai dari penanganan koper hingga distribusi oleh-oleh berupa satu karton kurma dan air zamzam 5 liter per orang.
Bahkan, manajemen travel turut mendampingi langsung rombongan selama perjalanan.

Bagi Kiai Imam Hasyim, perjalanan ini bukan sekadar ibadah ritual, melainkan momentum memperkuat spiritualitas dan kebersamaan.
Sebuah perjalanan batin yang ditutup dengan doa, harapan, dan keyakinan penuh untuk kembali ke Tanah Air dengan selamat. (REDJAVA****)














