Kemayoran Tersendat, Sulaisi: Kepemimpinan dan Tata Kelola Perlu Dibenahi

- Redaksi

Kamis, 30 April 2026 - 23:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekjen DPP APSI Sulaisi Abdurrazaq

Sekjen DPP APSI Sulaisi Abdurrazaq

JAVANETWORK.CO.ID.JAKARTA – Proyek percepatan pembangunan kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, kembali tersendat. Di balik alasan klasik soal status lahan, muncul sorotan baru terkait persoalan kepemimpinan dan tata kelola aset negara yang dinilai belum beres.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, sebelumnya menyebut sejumlah titik di wilayah Kebon Kosong belum bisa dibangun karena status kepemilikan lahan belum jelas.

Kondisi ini membuat Pemprov DKI tidak memiliki dasar hukum untuk melakukan intervensi, meski kebutuhan

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

infrastruktur warga mendesak. Kawasan eks Bandara Kemayoran diketahui berada dalam pengelolaan lintas lembaga, yakni PPK Kemayoran dan Kementerian Sekretariat Negara.

Tumpang tindih kewenangan ini disebut sudah berlangsung lebih dari 30 tahun tanpa solusi tuntas.

Baca Juga :  BATIK CATRA KARYA WARGA BINAAN RUTAN SUMENEP ANTAR KORWIL MADURA RAIH JUARA 2 INOVASI PRODUK

Sekretaris Jenderal DPP Asosiasi Pengacara Syariah Indonesia (APSI) Sulaisi Abdurrazaq, menilai kondisi tersebut bukan sekadar masalah administratif.

“Kalau 30 tahun tidak selesai, ini bukan lagi persoalan teknis. Ada indikasi hambatan struktural yang berdampak langsung ke pembangunan dan masyarakat,” kata Sulaisi dalam keterangan tertulis, Kamis (30/04/2026)

Pengacara asal Sumenep Jawa Timur itu mengaku telah menelusuri berbagai dokumen, kontrak, hingga komunikasi antar lembaga sejak 2022 hingga 2026.

Dari hasil itu, ia menilai upaya percepatan pembangunan berpotensi terkendala oleh pola kepemimpinan di tubuh PPK Kemayoran yang saat ini dipimpin oleh Teddy Robinson.

“Ada pola pengelolaan yang membuat proses tidak efektif. Ini perlu dibuka secara transparan ke publik,” ujarnya.

Selain itu, isu transparansi juga ikut disorot. Sulaisi menyinggung adanya indikasi praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) dalam pengelolaan aset negara di kawasan tersebut.

Baca Juga :  Untuk Meningkatkan Keandalan Jaringan Listrik, PLN Sumenep Lakukan Pemeliharaan Jaringan

Meski begitu, ia menegaskan dugaan tersebut tetap harus dibuktikan melalui mekanisme hukum.

Salah satu yang disoroti adalah dugaan kontrak ganda dalam pemanfaatan aset. Kondisi ini dinilai berpotensi memicu tumpang tindih hak hingga kerugian negara.

“Kalau ada kontrak lama yang masih berlaku lalu muncul kontrak baru, ini berpotensi menimbulkan konflik hukum,” tegas Sulaisi.

Hingga saat ini, belum ada penjelasan resmi dari pihak PPK Kemayoran terkait tudingan tersebut.

Baca Juga :  Kejari Sumenep Dorong Akuntabilitas Pemdes Melalui Program Jaga Desa

Sulaisi pun mendorong pemerintah melakukan audit menyeluruh terhadap status lahan dan pengelolaan aset di Kemayoran.

Ia juga membuka peluang langkah hukum jika ditemukan pelanggaran.

“Penegakan hukum penting untuk memastikan aset negara dikelola benar dan pembangunan bisa berjalan,” pungkasnya.

Dorongan agar Komisi Pemberantasan Korupsi turun tangan juga mulai menguat.

Sebagai kawasan strategis dengan nilai ekonomi tinggi, Kemayoran dinilai punya potensi besar untuk dikembangkan.

Namun tanpa kejelasan hukum dan tata kelola yang transparan, proyek pembangunan di kawasan ini terancam terus tertahan. (REDJAVA****)

Follow WhatsApp Channel javanetwork.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

BERITA TERKAIT

Kakanwil Ditjenpas Jatim Kusnali Sambangi Rutan Sumenep, Kejar Paket hingga Batik Catra Tuai Apresiasi
Disdik Sumenep Dorong Dongeng Jadi Senjata Pendidikan Karakter Anak Sejak Dini
Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD
PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni
Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep
154 Warga Binaan Rutan Sumenep Terima Remisi HUT ke-81 RI, 2 Langsung Bebas
75 Paskibraka Sumenep Sukses Kawal HUT ke-81 RI, Honor Cair dan Evaluasi Besar Disiapkan
Camat Pragaan Pimpin Upacara HUT ke-81 RI, Kobarkan Nasionalisme dan Perkuat Kebersamaan Warga

BERITA TERKAIT

Rabu, 16 September 2026 - 08:22 WIB

Kakanwil Ditjenpas Jatim Kusnali Sambangi Rutan Sumenep, Kejar Paket hingga Batik Catra Tuai Apresiasi

Minggu, 13 September 2026 - 23:59 WIB

Disdik Sumenep Dorong Dongeng Jadi Senjata Pendidikan Karakter Anak Sejak Dini

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:32 WIB

Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep

BERITA TERBARU