Kemayoran Tersendat, Sulaisi: Kepemimpinan dan Tata Kelola Perlu Dibenahi

Kamis, 30 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekjen DPP APSI Sulaisi Abdurrazaq

Sekjen DPP APSI Sulaisi Abdurrazaq

JAVANETWORK.CO.ID.JAKARTA – Proyek percepatan pembangunan kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, kembali tersendat. Di balik alasan klasik soal status lahan, muncul sorotan baru terkait persoalan kepemimpinan dan tata kelola aset negara yang dinilai belum beres.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, sebelumnya menyebut sejumlah titik di wilayah Kebon Kosong belum bisa dibangun karena status kepemilikan lahan belum jelas.

Kondisi ini membuat Pemprov DKI tidak memiliki dasar hukum untuk melakukan intervensi, meski kebutuhan

infrastruktur warga mendesak. Kawasan eks Bandara Kemayoran diketahui berada dalam pengelolaan lintas lembaga, yakni PPK Kemayoran dan Kementerian Sekretariat Negara.

Tumpang tindih kewenangan ini disebut sudah berlangsung lebih dari 30 tahun tanpa solusi tuntas.

Baca Juga :  Kapolri Jenderal Drs Listyo Sigit Prabowo M.Si Terima Audiensi KPU, Amankan Seluruh Tahapan Pemilu 2024

Sekretaris Jenderal DPP Asosiasi Pengacara Syariah Indonesia (APSI) Sulaisi Abdurrazaq, menilai kondisi tersebut bukan sekadar masalah administratif.

“Kalau 30 tahun tidak selesai, ini bukan lagi persoalan teknis. Ada indikasi hambatan struktural yang berdampak langsung ke pembangunan dan masyarakat,” kata Sulaisi dalam keterangan tertulis, Kamis (30/04/2026)

Pengacara asal Sumenep Jawa Timur itu mengaku telah menelusuri berbagai dokumen, kontrak, hingga komunikasi antar lembaga sejak 2022 hingga 2026.

Dari hasil itu, ia menilai upaya percepatan pembangunan berpotensi terkendala oleh pola kepemimpinan di tubuh PPK Kemayoran yang saat ini dipimpin oleh Teddy Robinson.

“Ada pola pengelolaan yang membuat proses tidak efektif. Ini perlu dibuka secara transparan ke publik,” ujarnya.

Selain itu, isu transparansi juga ikut disorot. Sulaisi menyinggung adanya indikasi praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) dalam pengelolaan aset negara di kawasan tersebut.

Baca Juga :  Perkuat Transparansi Publik, KI Sumenep Teken MoU dengan UNIBA Madura

Meski begitu, ia menegaskan dugaan tersebut tetap harus dibuktikan melalui mekanisme hukum.

Salah satu yang disoroti adalah dugaan kontrak ganda dalam pemanfaatan aset. Kondisi ini dinilai berpotensi memicu tumpang tindih hak hingga kerugian negara.

“Kalau ada kontrak lama yang masih berlaku lalu muncul kontrak baru, ini berpotensi menimbulkan konflik hukum,” tegas Sulaisi.

Hingga saat ini, belum ada penjelasan resmi dari pihak PPK Kemayoran terkait tudingan tersebut.

Baca Juga :  Cegah DBD, Babinsa Koramil 0827/01 Kota Dampingi Petugas Kesehatan Lakukan Fogging

Sulaisi pun mendorong pemerintah melakukan audit menyeluruh terhadap status lahan dan pengelolaan aset di Kemayoran.

Ia juga membuka peluang langkah hukum jika ditemukan pelanggaran.

“Penegakan hukum penting untuk memastikan aset negara dikelola benar dan pembangunan bisa berjalan,” pungkasnya.

Dorongan agar Komisi Pemberantasan Korupsi turun tangan juga mulai menguat.

Sebagai kawasan strategis dengan nilai ekonomi tinggi, Kemayoran dinilai punya potensi besar untuk dikembangkan.

Namun tanpa kejelasan hukum dan tata kelola yang transparan, proyek pembangunan di kawasan ini terancam terus tertahan. (REDJAVA****)

Berita Terkait

Momentum Hari Asyura, Koramil Sapudi dan Masjid Baitul Bilad Sumenep Basuh Air Mata Anak Yatim
Berburu Bumbu Masak Instan di Pasar Jangara: Solusi Praktis, Murah dan Ramah di Kantong
Membanggakan! Atlet Muda Asal ‘Kota Keris’ Sumenep Dipanggil PASI Jatim untuk Kejurnas Atletik 2026 di Jakarta
Hadiri Puncak Madura EV-Day 2026 Bersama Bupati, Danyonif TP 931/KJ Apresiasi Langkah Progresif Sumenep
Sinergi Hijau di Tanah Wali: Ratusan Prajurit Yonif TP 931/ Ksatria Jokotole dan Sipil Sulap Kawasan Asta Tinggi Sumenep Jadi Asri
Implementasi Perbup Kendaraan Listrik, Bupati Sumenep Resmikan SPKLU di Taman Adipura
Siasat PASI Sumenep Tatap Porprov Jatim: Isolasi Atlet Senior hingga Genjot Pemula
Hadir Langsung di Pengesahan PSHT Sumenep, Kapolres Pastikan Situasi Aman dan Kondusif

Berita Terkait

Minggu, 21 Juni 2026 - 22:35 WIB

Momentum Hari Asyura, Koramil Sapudi dan Masjid Baitul Bilad Sumenep Basuh Air Mata Anak Yatim

Minggu, 21 Juni 2026 - 20:30 WIB

Berburu Bumbu Masak Instan di Pasar Jangara: Solusi Praktis, Murah dan Ramah di Kantong

Minggu, 21 Juni 2026 - 18:05 WIB

Membanggakan! Atlet Muda Asal ‘Kota Keris’ Sumenep Dipanggil PASI Jatim untuk Kejurnas Atletik 2026 di Jakarta

Minggu, 21 Juni 2026 - 17:57 WIB

Hadiri Puncak Madura EV-Day 2026 Bersama Bupati, Danyonif TP 931/KJ Apresiasi Langkah Progresif Sumenep

Minggu, 21 Juni 2026 - 17:19 WIB

Sinergi Hijau di Tanah Wali: Ratusan Prajurit Yonif TP 931/ Ksatria Jokotole dan Sipil Sulap Kawasan Asta Tinggi Sumenep Jadi Asri

Berita Terbaru