JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Wakil Bupati KH Imam Hasyim, S.H.,M.H., mengakui masih adanya ketimpangan pembangunan antara wilayah daratan dan kepulauan di Sumenep.
Hal tersebut disampaikannya usai rapat paripurna DPRD terkait penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Sumenep Tahun 2025, Kamis (30/4/2026).
Menurutnya, secara umum kinerja pemerintah daerah telah berjalan dengan baik. Namun demikian, masih terdapat sejumlah catatan penting, terutama dalam hal pemerataan pembangunan di berbagai wilayah.
“Secara umum kinerja pemerintah daerah bisa diterima. Hanya saja, masih ada beberapa hal yang perlu menjadi perhatian bersama, khususnya terkait pemerataan pembangunan antara daratan dan kepulauan,” kata KH Imam Hasyim diwawancarai sejumlah awak media.
Ia menjelaskan, ketimpangan tersebut masih terlihat di sejumlah sektor, seperti pembangunan infrastruktur, layanan kesehatan, serta penguatan ekonomi masyarakat.
Salah satu tantangan yang dihadapi pemerintah daerah, lanjut dia, adalah keterbatasan anggaran. Bahkan, pemangkasan anggaran hingga 50 persen turut memengaruhi pelaksanaan program pembangunan, khususnya di sektor infrastruktur.
“Keterbatasan anggaran tentu menjadi tantangan tersendiri. Pemotongan yang cukup besar berdampak pada beberapa program pembangunan,” ujarnya.
Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Sumenep tetap berupaya menjaga keseimbangan pembangunan agar tidak hanya terfokus pada wilayah daratan.
“Kami berkomitmen agar pembangunan bisa dirasakan secara merata. Kepulauan tetap menjadi bagian penting dalam prioritas pembangunan daerah,” tegas Wabup KH. Imam Hasyim.
Sebagai langkah awal, pemerintah daerah mulai melaksanakan pembangunan infrastruktur jalan di sejumlah wilayah kepulauan, seperti Pulau Raas dan Kangean.
Program ini direncanakan berjalan secara bertahap, menyesuaikan dengan skala prioritas yang telah ditetapkan.
Selain infrastruktur, sektor pendidikan dan layanan kesehatan juga menjadi perhatian utama dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Pelayanan kesehatan dan pendidikan terus kami optimalkan agar manfaatnya bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat. Memang belum sepenuhnya maksimal, tetapi sudah menunjukkan perkembangan yang positif,” imbuhnya.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Sumenep berkomitmen untuk terus memperkuat pembangunan yang berbasis pada kebutuhan masyarakat, dengan mengedepankan prinsip keadilan antarwilayah.
“Kami berharap tidak ada lagi kesenjangan. Baik wilayah daratan maupun kepulauan, semuanya harus mendapatkan perhatian yang seimbang,” pungkas Wabup KH. Imam Hasyim. (REDJAVA****)











