Renungan Suci di Tengah Malam, Kapolresta Sumenep Ajak Generasi Muda Lanjutkan Perjuangan Pahlawan

- Redaksi

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolresta Sumenep Kombes Pol. Ariek Indra Sentanu, S.H., S.I.K., M.H., bertindak sebagai inspektur upacara.

Kapolresta Sumenep Kombes Pol. Ariek Indra Sentanu, S.H., S.I.K., M.H., bertindak sebagai inspektur upacara.

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Jarum jam baru melewati tengah malam ketika suasana Taman Makam Pahlawan (TMP) Jokotole, Sumenep, berubah menjadi begitu hening. Sabtu (15/8/2026) pukul 00.01 WIB, para pemimpin daerah berdiri dalam satu barisan untuk mengenang mereka yang telah gugur demi Indonesia.

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan Pemerintah Kabupaten Sumenep mengikuti Apel Kehormatan dan Renungan Suci (AKRS).

Cahaya malam menjadi saksi penghormatan kepada para pahlawan. Tidak ada sorak, tidak ada tepuk tangan. Hanya doa, keheningan, dan penghormatan yang mengalir untuk mereka yang telah memberikan hidupnya bagi kemerdekaan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kapolresta Sumenep Kombes Pol. Ariek Indra Sentanu, S.H., S.I.K., M.H., bertindak sebagai inspektur upacara. Dengan suasana penuh khidmat, ia membacakan naskah AKRS sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan yang dimakamkan di TMP Jokotole.

“Jasa para pahlawan selalu hidup. Kehadiran kami menjadi wujud penghormatan, doa, dan tekad menjaga nilai perjuangan mereka bagi bangsa,” kata Kapolresta Kombes Pol Ariek Indra Sentanu SH, SIK, MH.

Di tempat itu, nama dan jumlah mereka kembali dikenang. Sebanyak 26 pahlawan angkatan bersenjata, satu pegawai sipil, lima pejuang rakyat, serta enam pahlawan tidak dikenal tercatat dimakamkan di TMP Jokotole.

Baca Juga :  Hingga Hari ke5, Proses Pencarian ABK KM Vision Global di Perairan Sapeken Terus Berlanjut

Mereka mungkin telah lama meninggalkan dunia. Namun, jejak perjuangannya tetap hidup dalam kemerdekaan yang dinikmati generasi hari ini.

Kapolresta menegaskan bahwa pengorbanan para pahlawan bukan sekadar catatan sejarah. Nilai perjuangan tersebut harus diteruskan melalui pengabdian nyata untuk bangsa dan negara.

“Pengorbanan pahlawan tidak boleh berhenti sebagai kenangan. Generasi penerus harus meneruskan semangat melalui pengabdian, menjaga persatuan, serta bekerja tulus demi bangsa,” tegasnya.

Pesan itu terasa semakin kuat ketika seluruh peserta berdiri dalam suasana hening. Renungan suci bukan hanya mengajak mengenang masa lalu, tetapi juga mengingatkan bahwa kemerdekaan membawa tanggung jawab besar.

Baca Juga :  Aksi 11 April, Aliansi Mahasiswa Sumenep Duduki Kantor DPRD

Generasi saat ini memiliki tugas untuk menjaga persatuan, merawat keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, serta mengisi kemerdekaan melalui karya dan pengabdian.

Di hadapan pusara para pahlawan, janji itu kembali diteguhkan. Perjuangan yang telah dimulai para pendahulu tidak boleh berhenti hanya karena zaman telah berubah.

“Di hadapan pusara pahlawan, kami meneguhkan janji meneruskan perjuangan. Zaman boleh berubah, tetapi semangat pengabdian dan cinta kepada bangsa harus menyala,” ujar Kapolresta Sumenep.

Doa kemudian dipanjatkan bagi seluruh arwah para pahlawan. Para peserta memohon agar mereka mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.

Rangkaian AKRS berlanjut dengan prosesi tabur bunga. Bupati Sumenep bersama jajaran Forkopimda secara bergantian menaburkan bunga di pusara para pahlawan.

Baca Juga :  Humas Polres Sumenep Ikuti Pelatihan Peliputan Pemilu 2024 Melalui Virtual

Tabur bunga menjadi penutup yang sederhana, tetapi sarat makna. Setangkai bunga diletakkan di atas pusara sebagai simbol penghormatan atas pengorbanan yang tidak ternilai.

AKRS di TMP Jokotole akhirnya bukan sekadar agenda menjelang HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa kemerdekaan lahir dari pengorbanan dan harus dijaga dengan pengabdian.

“Peringatan ini bukan sekadar rutinitas. Dari TMP Jokotole, kami belajar bahwa kemerdekaan dibangun dengan pengorbanan. Karena itu, wajib menjaganya melalui pengabdian tulus, kerja nyata, persatuan, dan kepedulian demi Indonesia,” pungkasnya.

Dari tengah malam di TMP Jokotole, pesan itu kembali menggema: bangsa yang besar tidak hanya pandai mengenang pahlawannya, tetapi juga mampu meneruskan perjuangannya.

Follow WhatsApp Channel javanetwork.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

BERITA TERKAIT

Kakanwil Ditjenpas Jatim Kusnali Sambangi Rutan Sumenep, Kejar Paket hingga Batik Catra Tuai Apresiasi
Disdik Sumenep Dorong Dongeng Jadi Senjata Pendidikan Karakter Anak Sejak Dini
Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD
PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni
Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep
154 Warga Binaan Rutan Sumenep Terima Remisi HUT ke-81 RI, 2 Langsung Bebas
75 Paskibraka Sumenep Sukses Kawal HUT ke-81 RI, Honor Cair dan Evaluasi Besar Disiapkan
Camat Pragaan Pimpin Upacara HUT ke-81 RI, Kobarkan Nasionalisme dan Perkuat Kebersamaan Warga

BERITA TERKAIT

Rabu, 16 September 2026 - 08:22 WIB

Kakanwil Ditjenpas Jatim Kusnali Sambangi Rutan Sumenep, Kejar Paket hingga Batik Catra Tuai Apresiasi

Minggu, 13 September 2026 - 23:59 WIB

Disdik Sumenep Dorong Dongeng Jadi Senjata Pendidikan Karakter Anak Sejak Dini

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:32 WIB

Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep

BERITA TERBARU