Diproyeksikan PAD 2026 Tembus Rp500 Miliar, Strategi Bapenda Tanpa Bebani Masyarakat Jadi Kunci

- Redaksi

Kamis, 30 April 2026 - 23:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Bapenda Sumenep, Ferdiansyah Tetrajaya, SH

Kepala Bapenda Sumenep, Ferdiansyah Tetrajaya, SH

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Di tengah tantangan fiskal yang kian dinamis, Pemerintah Kabupaten Sumenep mulai menegaskan arah baru kemandirian keuangan daerah.

Target besar pun dipancang: Pendapatan Asli Daerah (PAD) diproyeksikan melesat hingga menyentuh angka Rp500 miliar pada Perubahan APBD (PAK) tahun 2026.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sumenep, Ferdiansyah Tetrajaya, S.H., mengungkapkan optimisme tersebut bukan tanpa dasar.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meski hingga akhir April 2026 capaian PAD baru berada di angka Rp61,38 miliar berdasarkan data Sistem Informasi Keuangan Daerah (SIKD), ia menilai angka itu masih berada dalam koridor yang wajar.

“Ini bukan soal membandingkan angka secara mentah dengan tahun sebelumnya. Kondisi fiskal kita sekarang berubah, terutama karena adanya penyesuaian dana transfer pusat. Daerah harus lebih mandiri,” kata Ferdiansyah, Kamis (30/4/2026).

Menurutnya, hingga triwulan pertama 2026, realisasi PAD berada di kisaran 20 persen dari target tahunan.

Baca Juga :  Danramil 0827/19 Sapeken Ikuti Musdes Rancangan APBDes Saur Saebus

Sementara selisih sekitar 5 persen dinilai sebagai dinamika normal dalam pola pembayaran pajak yang kerap bergeser antarbulan.

“Margin itu wajar. Ada pergeseran waktu bayar dari wajib pajak, jadi tidak bisa dilihat kaku per bulan,” ujarnya.

Namun di balik angka-angka tersebut, tersimpan lonjakan ambisi yang cukup signifikan. Jika pada 2025 PAD ditargetkan Rp322 miliar, maka pada awal 2026 meningkat menjadi Rp334 miliar.

Bahkan, angka itu diproyeksikan kembali naik menjadi Rp354 miliar dan berpotensi melesat hingga Rp500 miliar saat perubahan anggaran.

Baca Juga :  Kasus Penganiayaan Istri di Gili Iyang Jadi Sorotan, Diduga Dipicu Narkoba dan Judol

Ferdiansyah menegaskan, kunci dari lonjakan tersebut bukan berasal dari kebijakan menaikkan tarif pajak.

Sebaliknya, Pemkab Sumenep memilih jalur yang lebih strategis: mengoptimalkan potensi yang sudah ada.

“Kami tidak ingin membebani masyarakat. Pajak itu sensitif. Maka pendekatannya adalah optimalisasi, bukan menaikkan tarif,” tegas Ferdiansyah Tetrajaya.

Langkah konkret yang disiapkan antara lain memperkuat digitalisasi sistem perpajakan serta menerapkan strategi “jemput bola” untuk meningkatkan kepatuhan wajib pajak.

Selain itu, pemerintah daerah juga mulai membidik sumber-sumber PAD baru yang selama ini belum tergarap maksimal.

Salah satu sektor yang kini mulai dilirik adalah telekomunikasi. Regulasi terkait pemanfaatan ruang milik jalan oleh provider tengah disusun sebagai landasan hukum untuk mendongkrak pendapatan daerah dari sektor tersebut.

Baca Juga :  Kunker ke Koramil 0827/21 Raas, Dandim Tekankan Netralitas TNI dan Hindari Judi Online

Di tengah upaya tersebut, Ferdiansyah juga menggarisbawahi pentingnya peran masyarakat. Ia menilai, kesadaran membayar pajak menjadi fondasi utama dalam mempercepat pembangunan daerah.

“Pajak yang dibayarkan masyarakat itu kembali ke masyarakat dalam bentuk pembangunan. Jadi tidak perlu ragu,” tandasnya.

Dengan strategi yang terukur dan pendekatan yang tidak membebani, Sumenep kini tengah menapaki jalur baru menuju kemandirian fiskal sebuah langkah besar yang akan menentukan arah pembangunan daerah di masa depan. (REDJAVA****)

Follow WhatsApp Channel javanetwork.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

BERITA TERKAIT

Kakanwil Ditjenpas Jatim Kusnali Sambangi Rutan Sumenep, Kejar Paket hingga Batik Catra Tuai Apresiasi
Disdik Sumenep Dorong Dongeng Jadi Senjata Pendidikan Karakter Anak Sejak Dini
Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD
PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni
Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep
154 Warga Binaan Rutan Sumenep Terima Remisi HUT ke-81 RI, 2 Langsung Bebas
75 Paskibraka Sumenep Sukses Kawal HUT ke-81 RI, Honor Cair dan Evaluasi Besar Disiapkan
Camat Pragaan Pimpin Upacara HUT ke-81 RI, Kobarkan Nasionalisme dan Perkuat Kebersamaan Warga

BERITA TERKAIT

Rabu, 16 September 2026 - 08:22 WIB

Kakanwil Ditjenpas Jatim Kusnali Sambangi Rutan Sumenep, Kejar Paket hingga Batik Catra Tuai Apresiasi

Minggu, 13 September 2026 - 23:59 WIB

Disdik Sumenep Dorong Dongeng Jadi Senjata Pendidikan Karakter Anak Sejak Dini

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:32 WIB

Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep

BERITA TERBARU