Soal Khilafatul Muslimin, Peace Generation : Harus Buat Tandingan Lawan Ideologi Non-Pancasila

Selasa, 14 Juni 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pendiri Peace Generation Irfan Amalee

Pendiri Peace Generation Irfan Amalee

JAVANETWORK.CO.ID.JAKARTA – Munculnya kelompok Khilafatul Muslimin yang dengan sengaja menyebarluaskan paham khilafah menjadi ancamam terhadap ideologi negara. Kehadiran mereka, dapat menimbulkan perpecahan dan merusak kedamaian di tanah air.

Aktivis yang juga merupakan pendiri Peace Generation, Irfan Amalee mengatakan, fenomena Khilafatul Muslimin ini dapat dilihat dari berbagai macam sudut pandang. Baik itu melalui perspektif hukum, sosial atau pendidikan.

“Kalau perspektif hukum, di Indonesia kan sudah jelas apa hal-hal yang itu tidak sejalan dengan ideologi Pancasila bukan hanya ideologi kekhilafahan ya, ideologi lain yang bertentangan yang itu akan dianggap disintegrasi bangsa, itu negara punya hukumnya sendiri,” kata Irfan, dalam diskusi bertema ‘Pendidikan Toleransi, Bentengi Radikalosme’ yang digelar virtual, Rabu 8 Juni 2022

Baca Juga :  Unjuk Rasa 11 April, Kapolri : Kawal Dengan Humanis Dan Jaga Kesucian Bulan Ramadhan

Namun, jika dilihat dari perspektif sosial dan perspektif pendidikan, kata Irfan, munculnya Khilafatul Muslimin itu merupakan akibat dari abainya bangsa Indonesia mengawasi paham yang bertentangan dengan pancasila. Sehingga, paham-paham non-Pancasila tersebut dapat tumbuh subur seperti sekarang ini.

“Apa yang kita lihat hari ini, itu adalah panen yang kita kita tuai hari ini, yang benihnya pasti Enggak baru kemarin sore, pasti ini udah lama. Dari mana orang-orang ini, kenapa mereka punya ideologi seperti ini, Ini ditanamnya udah lama. Ini yang kita luput kita kaget melihatnya,” ujar Irfan

Baca Juga :  Bupati Ra Achmad Fauzi SH MH Apresiasi Penyaluran CRS PT Mitra Djaya Makmur Melalui BAZNAS Sumenep

Irfan juga mengatakan, sebenarnya munculnya sikap intoleransi, benih-benih ekstrimisme, benih-benih ideologi yang tidak sejalan dengan Pancasila itu sudah bertebaran di kalangan masyarakat bawah hanya saja fenomena ini kerap luput dari pengawasan.

Untuk menanggulangi hal ini, menurut Irfan perlu adanya gerakan tandingan. Menurut Irfan, perlu juga perlibatan sejumlah Komunitas seperti salah satunya komunitas ‘Ayo Mengajar’ untuk memberikan edukasi dan melawan paham yang tak sejalan dengan Pancasila.

“Kalau perspektif Saya dari dunia pendidikan perdamaian yang kita lakukan, kita harus bikin tandingannya. Makanya inilah yang dilakukan oleh teman-teman Ayo mengajar. Ayo ajarin perdamaian ke semua orang, biar orang enggak tergoda dengan ideologi-ideologi yang bertentangan. Ideologi khilafah, ideologi apapunlah ultranasionalisme, kemudian transnasionalisme yang lain-lain,” ujarnya

Baca Juga :  Danramil Kangean Hadiri Peletakan Batu Pertama Gedung Pengadilan Agama Kangean

Fenomena munculnya Khilafatul Muslimin, menurut Irfan, adalah bentuk ketidakpuasan sekelompok masyarakat terhadap Pancasila. Padahal, kata Irfan, Ideologi Pancasila sudah sangat tepat diterapkan di Indonesia.

“Padahal kalau dari perspektif 2 ormas terbesar saja NU dan Muhammadiyah saja sudah final ini, sudah menyatakan itu. Muhammadiyah punya konsep Darul Ahdi Wa Syahadat. Negara ini negara yang sah. kita enggak usah bikin berafiliasi lagi pada kekhilafahan apalah ISIS atau apapun itu,” ujarnya. (REDJAVA)

 

Berita Terkait

Abdul Wasid Tegaskan Pendidikan Karakter dan Adab Kunci Masa Depan Generasi Muda
Sambut Jemaah Haji dari Tanah Suci, Pemkab Sumenep Siapkan Pelayanan Maksimal
Pelepasan Maganghub Batch 3 di Rutan Sumenep, Tinggalkan Jejak Dedikasi dan Semangat Generasi Muda
Di Tengah Laju Kendaraan dan Kesibukan Kota, KBS Sumenep Hadirkan Kehangatan Lewat 87 Bungkus Nasi Bungturat
Disdik Sumenep Siapkan Kontingen Tangguh untuk O2SN Jawa Timur 2026, Target Juara dan Prestasi Gemilang
Studi Komparasi ke Sumenep, Pemkab Sleman Pelajari Program Unggulan Pro Rakyat
Pelepasan Siswa TK PAUD Budi Luhur Jadi Momentum Penguatan Pendidikan dan Kepedulian Sosial
Bupati Fauzi Bawa Misi Besar dari Jakarta, Sumenep Menuju Pusat Industri Perikanan Nasional

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 22:11 WIB

Abdul Wasid Tegaskan Pendidikan Karakter dan Adab Kunci Masa Depan Generasi Muda

Jumat, 19 Juni 2026 - 17:46 WIB

Sambut Jemaah Haji dari Tanah Suci, Pemkab Sumenep Siapkan Pelayanan Maksimal

Jumat, 19 Juni 2026 - 17:20 WIB

Pelepasan Maganghub Batch 3 di Rutan Sumenep, Tinggalkan Jejak Dedikasi dan Semangat Generasi Muda

Jumat, 19 Juni 2026 - 12:44 WIB

Di Tengah Laju Kendaraan dan Kesibukan Kota, KBS Sumenep Hadirkan Kehangatan Lewat 87 Bungkus Nasi Bungturat

Jumat, 19 Juni 2026 - 09:51 WIB

Disdik Sumenep Siapkan Kontingen Tangguh untuk O2SN Jawa Timur 2026, Target Juara dan Prestasi Gemilang

Berita Terbaru