JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Satu tahun kepemimpinan Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, bersama Wakil Bupati Imam Hasyim, menorehkan sejumlah capaian strategis yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat.
Berbagai indikator makro hingga pelayanan dasar menunjukkan tren positif, memperlihatkan akselerasi pembangunan yang terukur.
Tema besar “Sumenep Maju, Adil, dan Mandiri” bukan sekadar slogan. Dalam kurun waktu satu tahun, sejumlah sektor prioritas mencatat peningkatan signifikan, mulai dari penurunan kemiskinan, pengangguran, hingga penguatan layanan publik dan kesehatan.
Angka kemiskinan di Kabupaten Sumenep tercatat turun sebesar 0,76 persen, menjadi salah satu penurunan tertinggi di Jawa Timur.
Penurunan ini menjadi indikator penting membaiknya daya beli dan distribusi kesejahteraan masyarakat.
Di saat yang sama, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) juga mengalami penurunan sebesar 1,64 persen, menempatkan Sumenep sebagai daerah dengan kinerja terbaik ketiga di Jawa Timur dalam pengendalian pengangguran.
Capaian ini mencerminkan pergerakan sektor ekonomi lokal yang semakin dinamis.
Peningkatan kualitas hidup masyarakat turut tercermin dalam kenaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang kini berada di angka 70,54, masuk kategori tinggi.
Kenaikan IPM menjadi refleksi dari membaiknya akses pendidikan, kesehatan, dan standar hidup layak.
Rumah Layak Huni untuk Warga Rentan
Pemerintah Kabupaten Sumenep juga merealisasikan pembangunan 286 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi warga kurang mampu dan masyarakat terdampak bencana.
Program ini menjadi bagian dari upaya memperkuat jaring pengaman sosial sekaligus meningkatkan kualitas hunian warga.
Di sektor keagamaan dan sosial, Pemkab Sumenep menyalurkan tunjangan sebesar Rp1,47 miliar kepada 1.225 guru ngaji.
Program ini juga dilengkapi perlindungan melalui BPJS Ketenagakerjaan, memberikan rasa aman bagi para pendidik keagamaan yang berperan penting dalam pembinaan moral generasi muda.
Pembangunan jalan dan jembatan strategis terus dilakukan guna menunjang konektivitas wilayah daratan maupun kepulauan.
Infrastruktur tersebut menjadi tulang punggung distribusi barang dan jasa, sekaligus memperlancar mobilitas masyarakat dalam aktivitas ekonomi.
Upaya memperluas akses pendidikan tinggi direalisasikan melalui program beasiswa bagi mahasiswa kurang mampu.
Selain itu, sebanyak 45 sekolah di wilayah daratan dan kepulauan telah direhabilitasi guna menciptakan lingkungan belajar yang lebih representatif.
Di bidang kesehatan, masyarakat kini dapat mengakses layanan gratis di fasilitas kesehatan, dari puskesmas hingga rumah sakit, cukup menggunakan KTP melalui program Universal Health Coverage (UHC).
Tak hanya itu, status RSUD Dr. H. Moh. Anwar juga meningkat menjadi Tipe B, memperkuat kapasitas layanan medis dan rujukan bagi masyarakat Sumenep dan sekitarnya.
Transformasi pelayanan publik turut menjadi perhatian. Mal Pelayanan Publik (MPP) kini menyediakan 221 jenis layanan, mempercepat proses administrasi lintas instansi.
Layanan kegawatdaruratan melalui Call Center 112 juga diperkuat sebagai respons cepat terhadap kebutuhan masyarakat.
Selama satu tahun, Kabupaten Sumenep berhasil meraih 16 penghargaan tingkat regional dan nasional, menjadi pengakuan atas kinerja tata kelola pemerintahan.
Di sektor ketenagakerjaan, sebanyak 5.712 pekerja rentan dan petani tembakau kini mendapatkan perlindungan jaminan ketenagakerjaan, memperluas cakupan perlindungan sosial bagi kelompok rentan.
Satu tahun perjalanan kepemimpinan ini menunjukkan konsistensi arah pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat.
Dengan capaian yang terukur di berbagai sektor, Sumenep bergerak dengan fondasi yang semakin kokoh menuju daerah yang maju, adil, dan mandiri. (REDJAVA****)











