JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Lomba Baca Puisi Karya Bung Karno se-Madura 2025 yang digagas oleh Ikatan Wartawan Online (IWO) Sumenep sukses digelar di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Rabu (11/6/2025), dengan semangat kebangsaan yang menggelora.
Berdasarkan keputusan dewan juri dan panitia, Tan Nu’man Bey Qomarullah, santri kelas 12 MA TMI Al-Amien Prenduan Sumenep, berhasil meraih Juara I dengan nilai 611 poin.
Disusul Anas Ilhami dari Sanggar Gemilang sebagai Juara II (600 poin), Abdul Muhid dari Bangkalan sebagai Juara III (582 poin), dan Affan Maulidi R dari Pamekasan sebagai Juara IV (569 poin).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Ini pertama kalinya saya meraih juara I dalam lomba puisi Bung Karno yang diadakan oleh IWO Sumenep. Saya berharap ke depan, ajang seperti ini bisa lebih diperluas agar para pelaku puisi di Madura dapat terus mengeksplor kemampuan terbaiknya,” ujar Nu’man.
Meski belum meraih juara, Nabila Helmaliana Putri, peserta asal Bangkalan, tetap mengungkapkan kebanggaannya bisa ikut berpartisipasi.
“Saya sangat senang bisa mengikuti lomba ini. Banyak pengalaman dan relasi baru yang saya dapat. Saya harap lomba seperti ini terus ada setiap tahun,” ucapnya.
Ketua IWO Sumenep, Imam Mustaim R, mengatakan bahwa lomba Baca Puisi dan Pidato Ala Bung Karno merupakan agenda tahunan yang digelar sejak 2023. Acara ini menjadi bentuk penghormatan terhadap Bung Karno, yang lahir pada bulan Juni.
“Antusiasme peserta dari seluruh wilayah Madura luar biasa. Ini menunjukkan bahwa semangat kebangsaan yang diwariskan Bung Karno tetap relevan dan membara di kalangan generasi muda,” ujarnya.
Sisi lain, Kepala Bidang Pariwisata Disbudporapar Sumenep, Andri Zulkarnain, S.T., M.A.P., turut mengapresiasi penyelenggaraan lomba ini yang dinilainya memiliki dampak positif terhadap penguatan karakter dan pelestarian budaya.
“Lomba seperti ini bukan hanya ruang ekspresi, tapi juga sarana memperkuat identitas kebangsaan melalui seni. Ini sangat selaras dengan upaya pengembangan pariwisata budaya yang tengah kami dorong di Sumenep,” tutur Andri, Kamis (12/06/2025).
Ia berharap kegiatan semacam ini terus berlanjut dan menjadi bagian dari kalender budaya tahunan Kabupaten Sumenep.
“Potensi seni sastra anak-anak muda Madura sangat besar. Tinggal bagaimana kita terus menciptakan ruang-ruang kreatif bagi mereka,” pungkasnya. (REDJAVA****)











