JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Tahun Baru Islam 1447 H menjadi momentum bermakna bagi Pemerintah Kabupaten Sumenep.
Tak hanya sekadar memperingati pergantian tahun hijriah, tapi juga meneguhkan kembali komitmen kemanusiaan dan kepedulian sosial.
Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Sumenep mengambil langkah nyata dengan menggelar kegiatan santunan anak yatim yang berlangsung khidmat di Aula Kantor PUTR, Senin (30/06/2025).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Puluhan anak yatim dari berbagai penjuru kecamatan hadir sebagai tamu istimewa dalam suasana yang penuh haru dan kehangatan.
Acara tersebut turut dihadiri Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo, Kepala Dinas PUTR Ir. Eri Susanto, jajaran pegawai, serta KH. Habib Muhsin yang memimpin doa dan menyampaikan tausiyah penuh inspirasi.
Dalam ceramahnya, KH. Habib Muhsin mengajak anak-anak yatim untuk terus bersemangat dan yakin bahwa setiap keterbatasan hidup membawa peluang untuk menjadi pribadi yang mulia di mata Allah SWT.
Kepala Dinas PUTR Sumenep Ir. Eri Susanto dalam sambutannya menjelaskan bahwa kegiatan santunan ini merupakan bagian dari program sosial yang rutin digelar oleh PUTR sebagai bentuk tanggung jawab moral dan spiritual.
“Kami ingin hadir bukan hanya sebagai instansi teknis yang membangun jalan dan jembatan, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang peduli pada generasi penerus bangsa, khususnya anak-anak yatim,” ujar Eri.
Ia menambahkan, perhatian seperti ini diharapkan mampu membangkitkan semangat belajar, menumbuhkan rasa percaya diri, dan memberi harapan baru bagi anak-anak yang kehilangan figur orang tua.
Ditempat sama, Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, yang hadir langsung di tengah para anak yatim, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif Dinas PUTR.
Baginya, kegiatan ini tidak sekadar amal, tapi juga bentuk kepemimpinan yang membumi dan menyentuh hati rakyat.
“Apa yang dilakukan Dinas PUTR ini adalah refleksi dari pemerintahan yang memiliki nurani. Pemerintah harus hadir untuk semua lapisan, terlebih mereka yang rentan dan membutuhkan uluran tangan,” ungkap Bupati.
Lebih lanjut, ia mendorong seluruh OPD di lingkungan Pemkab Sumenep agar meneladani langkah PUTR dengan menyisipkan program-program sosial di setiap perencanaan kegiatan.
Menurutnya, kepedulian bukan sekadar slogan, melainkan harus menjadi bagian dari budaya birokrasi.
“Saya ingin kegiatan seperti ini tidak berhenti sampai di sini. Jadikan ini sebagai program tahunan, bahkan kalau bisa, meluas ke banyak desa dan kecamatan. Karena berbagi itu bukan tentang berapa banyak yang kita punya, tapi seberapa tulus kita memberi,” pungkas Bupati Fauzi. (REDJAVA****)










