JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Dalam rangka mencegah Narkoba pada anak didik, Polsek Prenduan, Polres Sumenep, Madura, Jawa Timur berkolaborasi bersama Badan Ansor Anti Narkoba (BAANAR) Kecamatan Pragaan kembali menggelar sosialisasi anti Narkoba.
Setelah sebelumnya, sukses menggelar sosialisasi bahaya dan dampak Narkoba di dua Lembaga, yakni Lembaga Pendidikan Da’watul Islamiah dan LPI Al-Ghazali di Kecamatan setempat beberapa hari yang lalu.
Kini kembali Polsek Prenduan bersama BAANAR Kecamatan Pragaan melaksanakan kegiatan serupa di Lembaga Pendidikan Islam (LPI) Al-Ibrohimi Desa Sentol Daya, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, Rabu (24/01/2024).
Dalam sambutannya, Kapolsek Prenduan IPTU Miftahol Rahman, SH, MH mengatakan pihaknya bersama BAANAR Kecamatan Pragaan berkomitmen untuk mengintensifkan sosialisasi bahaya dan dampak Narkoba.
“Sosialisasi hari ini bersama BAANAR Pragaan untuk yang ketiga kalinya dan akan terus dilakukan ke lembaga-lembaga pendidikan di Kecamatan Pragaan,” kata Kapolsek Prenduan IPTU Miftahol Rahman, SH, MH.
Pihaknya menegaskan tujuan kegiatan sosialisasi ini adalah memberikan edukasi, wawasan dan pengetahuan kepada anak didik tentang bahaya penyalahgunaan narkoba serta dampak buruk yang ditimbulkannya.
“Dengan digelarnya kegiatan sosialisasi ini diharapkan dapat memberikan edukasi, pengetahuan dan wawasan bahaya dan dampak Narkoba dan obat-obatan terlarang lainnya kepada anak didik,” tegas Kapolsek Termuda di jajaran Polres Sumenep itu.
Mantan Kapolsek Kangayan Polres Sumenep itu menyebut, penyalahgunaan Narkoba dan obat-obatan terlarang lainnya memiliki dampak yang sangat buruk terhadap mental dan psikologis seseorang.
“Maka dari itu, Kami Polsek Prenduan bersama BAANAR Kecamatan Pragaan akan intens melakukan gerakan sosialisasikan Narkoba dan obat-obatan terlarang terhadap anak didik dalam rangka membentuk generasi muda Pragaan anti narkoba,” ungkapnya.
Kendati demikian, menurut Iip sapaannya menyatakan tidak bisa bekerja sendiri dan semua itu tidak akan berhasil tanpa ada dukungan dari berbagai pihak.
“Mewujudkan generasi anti narkoba tentunya tidak semudah membalikan telapak tangan. Butuh sinergi dan kolaborasi dari semua pihak, baik tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda bahkan masyarakat sipil lainnya,” ujarnya.
Terakhir Kapolsek Prenduan IPTU Miftahol Rahman, SH, MH berharap kepada para anak didik yang telah diberikan pemahaman terhadap bahaya dan obat-obatan terlarang lainnya dapat mengimplementasikan agar tidak merusak apa yang dicita-citakan di masa depan.
“Semoga digelarnya sosialisasi anti narkoba ini dapat bermanfaat kepada peserta anak didik karena generasi muda saat ini adalah generasi penerus bangsa kita. Jangan sampai rusak dan hancur karena Narkoba,” pungkasnya. (REDJAVA****)












