JAVANETWORK.CO.ID SUMENEP — Dalam upaya memperkuat sinergi lintas sektor dalam pembangunan kesehatan masyarakat, Puskesmas Legung Timur, Kecamatan Batang-Batang, Kabupaten Sumenep menggelar Lokakarya Mini Lintas Sektor (Lokmin Linsek) Triwulan II pada Selasa (01/07/2025).
Kegiatan ini berlangsung di aula Puskesmas Legung Timur dan difokuskan pada evaluasi capaian kinerja dan pelaksanaan program kesehatan selama bulan Maret, April, dan Mei 2025.
Kepala Puskesmas Legung Timur, Adi Mulyono, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Lokmin Linsek merupakan forum strategis untuk membahas berbagai persoalan dan pencapaian program kesehatan, sekaligus sebagai sarana koordinasi dengan para pemangku kepentingan lintas sektor di wilayah kerja puskesmas.
Evaluasi triwulanan ini, kata Adi, sangat penting untuk menilai efektivitas kegiatan, mengidentifikasi kendala lapangan, dan menyusun langkah perbaikan berkelanjutan demi pelayanan yang lebih baik.

“Melalui kegiatan Lokmin Linsek ini, kita dapat duduk bersama untuk menyamakan persepsi, menyusun strategi bersama, serta memperkuat kolaborasi demi terwujudnya masyarakat yang sehat dan sejahtera,” ujarnya.
Dalam kegiatan ini, turut hadir sejumlah undangan dari berbagai unsur pemerintahan dan kelembagaan yang ada di Kecamatan Batang-Batang. Adapun pihak-pihak yang hadir antara lain:
– 7 Kepala Desa dari wilayah kerja Puskesmas Legung Timur
– Tokoh masyarakat: Ishak dan Junaidi
– Danramil dan Kapolsek Kecamatan Batang-Batang
– Tim Penggerak PKK Kecamatan Batang-Batang
– Perwakilan Dinas Pendidikan
– Penyuluh KB
– Baijuri, Riyanto, dan Toifur
– Ketua Fatayat NU
– Ketua Muslimat NU
– Ketua GP Ansor
– Perwakilan Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan

– Anggota Dewan Mulyadi
– Tim Teknis TPCB dari Dinas Kesehatan P2KB Kabupaten Sumenep
– Perwakilan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil)
Para peserta aktif berdiskusi mengenai berbagai program seperti imunisasi, penanggulangan stunting, pelayanan ibu dan anak, pengendalian penyakit menular dan tidak menular, serta pentingnya edukasi masyarakat tentang perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Selain itu, dibahas pula peran serta desa dan lembaga masyarakat dalam menyukseskan program-program prioritas nasional di bidang kesehatan.
Kegiatan Lokmin ini juga menjadi momen untuk mempererat kemitraan antara Puskesmas dan seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi keagamaan dan sosial yang memiliki peran penting dalam mendukung kesehatan masyarakat.
Sebagai penutup, Kepala Puskesmas berharap agar komitmen lintas sektor yang telah terjalin dapat terus ditingkatkan. Ia juga menekankan pentingnya tindak lanjut dari hasil evaluasi ini untuk menjawab tantangan kesehatan yang semakin kompleks.
“Semoga kegiatan ini menjadi titik tolak bagi kita semua untuk terus berinovasi dan memberikan pelayanan kesehatan yang optimal kepada masyarakat. Kerja sama yang kuat adalah kunci utama dalam menciptakan generasi sehat di masa depan,” pungkasnya. (REDJAVA****)












