JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Praktik Kerja Lapangan (PKL) mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Wiraraja (Unija) di Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Sumenep menjadi lebih dari sekadar agenda akademik rutin.
Kegiatan yang berlangsung di Kantor Disbudporapar Sumenep, Selasa (06/01/2025) ini menjelma sebagai ruang strategis untuk menguji teori administrasi publik dalam realitas birokrasi pemerintahan daerah.
Kepala Disbudporapar Kabupaten Sumenep, H. Moh. Iksan, S.Pd., M.T., menegaskan bahwa kehadiran mahasiswa PKL merupakan bagian dari proses pembelajaran timbal balik antara dunia akademik dan birokrasi pemerintahan.
“Mahasiswa bisa belajar langsung tentang pelayanan publik, administrasi, kepegawaian, kepemimpinan, dan berbagai aspek lain yang relevan dengan disiplin ilmu yang mereka pelajari di bangku kuliah,” kata H. Moh. Iksan.
Ia menambahkan, pihaknya membuka ruang seluas-luasnya bagi mahasiswa untuk terlibat aktif dan kritis selama menjalani PKL.
“Kami juga terbuka terhadap saran dan masukan dari mahasiswa sebagai bagian dari upaya perbaikan pelayanan dan tata kelola di lingkungan Disbudporapar,” ujarnya dengan tegas.
Lebih lanjut, H. Moh. Iksan menekankan bahwa PKL tidak boleh dimaknai secara sempit sebagai kegiatan observasi pasif semata.
“Mahasiswa bukan hanya belajar, tetapi juga harus mempraktikkan pengetahuannya secara langsung dalam pelaksanaan PKL,” tutup H. Iksan sapaan akrabnya.
Sementara itu dari sisi akademik, Dosen Pembimbing PKL FISIP Unija, Dr. Wilda, menegaskan bahwa PKL memiliki dimensi ilmiah yang fundamental dalam pendidikan administrasi publik.
“PKL memiliki dua konotasi penting. Pertama, sebagai sarana mempraktikkan pengetahuan administrasi publik. Kedua, sebagai upaya mengkomparasikan konsep teoritik dengan realitas empiris yang ditemui di lapangan,” jelas Dr. Wilda.
Menurutnya, setiap aktivitas kerja yang dijalankan mahasiswa harus menjadi bahan refleksi kritis dan analisis akademik.
“Praktek kerja bisa lahir dari inovasi mahasiswa itu sendiri (innovation skill) maupun dari tugas yang diberikan instansi tempat PKL. Namun, setiap perintah kerja harus selalu didalami dengan pertanyaan-pertanyaan kritis yang relevan dengan administrasi publik,” tambahnya.
Kegiatan PKL ini dinilai mencerminkan model kolaborasi ideal antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah. Mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman praktis, tetapi juga dilatih untuk berpikir kritis, analitis, dan solutif terhadap dinamika birokrasi dan pelayanan publik.
Dengan pendekatan tersebut, PKL FISIP Unija di Disbudporapar Sumenep tidak sekadar memenuhi kewajiban kurikuler, melainkan menjadi ruang aktualisasi akademik sekaligus resonansi empiris sebuah proses pembelajaran yang menghubungkan teori kampus dengan praktik nyata pemerintahan.
Dalam konteks pembangunan sumber daya manusia dan penguatan reformasi birokrasi daerah, kegiatan ini menegaskan bahwa sinergi antara kampus dan pemerintah merupakan fondasi penting menuju tata kelola pemerintahan yang adaptif, inovatif, dan berorientasi pada kepentingan publik. (REDJAVA/$$$$)














