JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Upaya memperkuat ekosistem keuangan syariah nasional kembali mendapat angin segar. Direktur Naghfir’s Institut, Dr. Naghfir, S.HI., S.H., M.Kn., menegaskan komitmennya dalam membangun jejaring kelembagaan serta meningkatkan kapasitas pelaku industri keuangan mikro syariah, khususnya di lingkungan BMTNU.
Dalam kunjungan kerjanya ke Kantor Pusat BMTNU di Kecamatan Gapura, kemarin, Dr. Naghfir menyebut bahwa penguatan lembaga keuangan syariah tidak bisa dilakukan secara parsial. Dibutuhkan sinergi, inovasi, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia secara sistematis.
“Pengembangan lembaga keuangan syariah harus bergerak terus, bukan sekadar menjaga stabilitas, tetapi juga menciptakan nilai tambah bagi umat. Di sinilah capacity building menjadi elemen kunci,” kata Dr. Naghfir kepada media ini, Jum’at (14/11/2025)
Ia menilai BMTNU memiliki potensi besar sebagai episentrum penguatan ekonomi berbasis masyarakat (community-based economy), terlebih dengan jejaring NU yang berlapis hingga ke akar rumput.
“BMTNU memiliki modal sosial yang sangat kuat. Tugas kita adalah memastikan bahwa modal sosial ini ditopang oleh manajemen modern, literasi keuangan yang memadai, dan tata kelola yang berstandar nasional,” ujarnya.
Kunjungan tersebut juga membuka peluang kolaborasi strategis antara Naghfir’s Institut dan BMTNU dalam bentuk pelatihan intensif, riset pengembangan, serta pembangunan model penguatan kelembagaan yang lebih adaptif terhadap pasar digital.
Dengan dorongan seperti ini, BMTNU diharapkan tak hanya menjadi lembaga keuangan mikro syariah berbasis komunitas, melainkan juga motor penggerak ekonomi umat yang mampu bersaing di tengah dinamika industri keuangan modern. (REDJAVA****)












