Nakes Diguga Dianiaya di UGD Puskesmas Batuan, Aktivis Sumenep: Ini Alarm Darurat Negara

- Redaksi

Selasa, 13 Januari 2026 - 23:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aktivis sekaligus kreator konten media sosial asal Sumenep, Ainur Rahman,

Aktivis sekaligus kreator konten media sosial asal Sumenep, Ainur Rahman,

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Dugaan tindak penganiayaan terhadap seorang tenaga kesehatan (nakes) yang sedang bertugas di ruang Unit Gawat Darurat (UGD) Puskesmas Batuan, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, menjadi sorotan tajam publik.

Kasus ini memicu kegelisahan luas dan kembali mempertanyakan jaminan keamanan tenaga medis di fasilitas layanan kesehatan.

Aktivis sekaligus kreator konten media sosial asal Sumenep, Ainur Rahman, secara terbuka mendesak Aparat Penegak Hukum (APH), khususnya Kepolisian Resor Sumenep, untuk bertindak cepat, tegas, dan transparan mengusut dugaan kekerasan tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Desakan itu disampaikan Ainur melalui video yang viral di media sosial dan diterima redaksi pada Selasa, 13 Januari 2026. Dalam pernyataannya, Ainur menegaskan bahwa kasus ini tidak boleh berhenti pada simpati publik semata, tetapi harus dituntaskan melalui proses hukum.

“Ini bukan sekadar persoalan emosi di ruang UGD. Ini soal keselamatan tenaga kesehatan dan wibawa hukum negara,” kata Ainur Rahman.

Kronologi Tegang di Ruang UGD
Ainur mengungkapkan, peristiwa dugaan penganiayaan tersebut terjadi pada Minggu, 4 Januari 2026, sekitar pukul 10.10 WIB, di ruang UGD Puskesmas Batuan.

Baca Juga :  Pengurus IAA Ranting Aeng Panas Periode 2025-2029 Resmi Dilantik, Fokus pada Pengabdian dan Kebersamaan

Saat itu, dua korban kecelakaan lalu lintas dibawa ke puskesmas untuk mendapatkan penanganan medis darurat.

Di tengah proses pelayanan, terjadi cekcok antarkeluarga korban akibat kesalahpahaman. Demi menjaga ketertiban, keselamatan pasien lain, serta standar pelayanan medis, petugas kesehatan meminta agar perselisihan diselesaikan di luar ruang UGD.

“Petugas medis itu menjalankan prosedur, bukan mencari masalah. Tapi justru di situlah diduga terjadi penganiayaan,” ujarnya

Menurut Ainur, imbauan profesional tersebut justru memicu emosi salah satu pihak keluarga pasien, hingga berujung pada dugaan tindak kekerasan terhadap tenaga kesehatan yang sedang bertugas.

“Ironis. Ruang UGD yang seharusnya steril dan aman justru berubah menjadi tempat kekerasan,” jelasnya.

Lebih jauh, Ainur menyoroti kondisi kesejahteraan tenaga medis non-ASN atau sukarelawan (sukwan) yang dinilai masih sangat memprihatinkan. Ia menyebut, tenaga kesehatan yang diduga menjadi korban hanya menerima honor sekitar Rp200.000 per bulan.

“Dengan honor sekitar Rp200 ribu per bulan, mereka tetap mengabdi, melayani pasien, bahkan menyelamatkan nyawa,” ungkap Ainur.

Namun pengabdian tersebut, kata dia, justru dibalas dengan dugaan kekerasan fisik saat menjalankan tugas kemanusiaan.

“Ini menyayat hati. Mereka sudah berjuang di garis depan, tapi malah diduga menjadi korban penganiayaan,” tambahnya.

Atas peristiwa itu, Ainur mendesak Pemerintah Kabupaten Sumenep, khususnya Dinas Kesehatan, untuk tidak tinggal diam. Menurutnya, negara wajib hadir memberikan perlindungan dan pembelaan hukum kepada tenaga kesehatan.

“Pemkab Sumenep, terutama Dinas Kesehatan, wajib berdiri di belakang tenaga medisnya. Jangan biarkan mereka berjuang sendirian,” sambung Ainur.

Ia juga menuntut aparat penegak hukum agar memproses kasus ini secara serius dan terbuka demi mencegah terulangnya kekerasan serupa di fasilitas kesehatan.

“Kalau kasus ini dibiarkan, kekerasan terhadap tenaga medis akan terus berulang. Aparat harus memprosesnya sampai tuntas,” pungkasnya.

Kasus dugaan penganiayaan ini kini menjadi alarm keras bagi semua pihak tentang pentingnya keamanan tenaga kesehatan, sekaligus ujian nyata bagi komitmen negara dalam melindungi mereka yang berada di garda terdepan pelayanan publik. (REDJAVA/$$$)

Baca Juga :  Banjir Doa untuk MH. Said Abdullah, Warga Daramista Terharu Dapat Bantuan Sembako

Follow WhatsApp Channel javanetwork.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

BERITA TERKAIT

Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD
PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni
Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep
154 Warga Binaan Rutan Sumenep Terima Remisi HUT ke-81 RI, 2 Langsung Bebas
75 Paskibraka Sumenep Sukses Kawal HUT ke-81 RI, Honor Cair dan Evaluasi Besar Disiapkan
Camat Pragaan Pimpin Upacara HUT ke-81 RI, Kobarkan Nasionalisme dan Perkuat Kebersamaan Warga
HUT ke-81 RI, PDI Perjuangan Sumenep Tekankan Semangat Gotong Royong dan Kerja Nyata
HUT ke-81 RI di Sumenep, Bupati Fauzi Bicara Kemerdekaan yang Harus Terasa

BERITA TERKAIT

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:32 WIB

Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:21 WIB

154 Warga Binaan Rutan Sumenep Terima Remisi HUT ke-81 RI, 2 Langsung Bebas

Senin, 17 Agustus 2026 - 17:54 WIB

75 Paskibraka Sumenep Sukses Kawal HUT ke-81 RI, Honor Cair dan Evaluasi Besar Disiapkan

BERITA TERBARU