Perpindahan Atlet Jadi PR Besar Pemerintah Sumenep

Senin, 7 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sang Jurnalis Olahraga Mahrus Ali Bersama Salah Atlet Sumenep di Ajang Porprov IX Jatim di Malang Raya

Sang Jurnalis Olahraga Mahrus Ali Bersama Salah Atlet Sumenep di Ajang Porprov IX Jatim di Malang Raya

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Sumenep, kabupaten yang berada di ujung timur Pulau Madura, dikenal memiliki segudang potensi dalam berbagai cabang olahraga.

Dari lapangan sepak bola desa hingga gelanggang silat di kampung-kampung, talenta muda terus bermunculan, menampilkan semangat kompetisi yang tinggi.

Namun sayangnya, semangat itu belum sepenuhnya ditopang dengan ekosistem olahraga yang sehat dan berkelanjutan.

Hal ini tercermin dari hasil Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2025. Kontingen Sumenep harus kembali puas berada di papan bawah klasemen akhir.

Dengan raihan 6 medali emas, 10 perak, dan 15 perunggu, total 59 poin yang diperoleh menempatkan Sumenep di posisi ke-31 dari 38 kabupaten/kota peserta.

Baca Juga :  Dispusip Sumenep Kenalkan Layanan Digital kepada Mahasiswa UPI

Sebuah capaian yang menunjukkan stagnasi, bahkan bisa dikatakan stagnan sejak dua edisi terakhir Porprov.

Namun bukan sekadar peringkat yang menjadi sorotan. Ada persoalan yang lebih mengkhawatirkan: fenomena eksodus atlet. Sejumlah atlet potensial asal Sumenep memilih untuk memperkuat kontingen daerah lain.

Mereka yang sejak kecil tumbuh dan berlatih di tanah Sumekar, kini justru tampil membela kabupaten/kota lain dan ironisnya, beberapa dari mereka bahkan sukses menyumbang medali emas bagi daerah barunya.

Ini tentu menjadi tamparan keras bagi Pemerintah Kabupaten Sumenep dan seluruh elemen pembina olahraga di dalamnya, termasuk KONI dan dinas terkait. Pertanyaannya sederhana namun fundamental: mengapa mereka pergi?

Baca Juga :  Suara Pelajar Sumenep Menggema di KLIK#2: Bedah Isu TKA dari Perspektif Generasi Muda

Minimnya fasilitas latihan, ketidakjelasan jenjang karier, rendahnya apresiasi, serta absennya jaminan kesejahteraan menjadi sejumlah alasan yang kerap disebut para atlet.

Mereka merasa tidak dihargai di tanah sendiri, sehingga ketika datang tawaran dari daerah lain yang lebih menjanjikan, mereka pun memilih pindah.

Padahal, pembinaan atlet tidaklah instan. Ia butuh proses panjang, dukungan moral, finansial, serta infrastruktur yang memadai. Kehilangan atlet seperti ini sama artinya dengan menyia-nyiakan investasi jangka panjang.

Yang rugi bukan hanya Sumenep secara statistik perolehan medali, melainkan secara moral sebagai daerah yang gagal menjaga aset manusianya.

Sudah waktunya pemerintah daerah melakukan introspeksi serius. Tak cukup hanya hadir saat pembukaan kejuaraan atau memberikan bonus seremonial.

Baca Juga :  Keren! Owner Helmi Museum Art Sumenep Raih Penghargaan Penggerak Budaya Perkerisan dari Kemenbud RI

Dibutuhkan grand design pembinaan olahraga jangka panjang, yang tidak hanya berorientasi pada hasil, tetapi juga pada proses dan keberlanjutan karier atlet.

Kesejahteraan pelatih, keberadaan pelatnas daerah, pembinaan usia dini, serta monitoring rutin harus menjadi bagian dari agenda besar reformasi olahraga Sumenep.

KONI, Disbudporapar, dan para pemangku kepentingan harus duduk satu meja, menyatukan visi dan strategi.

Jika tidak, maka bersiaplah menjadi penonton tetap, menyaksikan anak-anak Sumenep mengibarkan kejayaan tapi di luar rumahnya sendiri.

Jangan sampai kita hanya menjadi saksi bisu atas keberhasilan orang-orang yang sebenarnya adalah milik kita sendiri. (REDJAVA****)

Penulis : Mahrus Ali Jurnalis Olahraga 07 Juli 2025

Editor : REDJAVA

Berita Terkait

Pilkades Sumenep 2027: Achmad Farid Azzyadi Jadi Figur yang Mulai Diperhitungkan di Payudan Dundang
Hadapi Musim Kemarau 2026, Bupati Achmad Fauzi Resmi Berlakukan Siaga Darurat Kekeringan
Bakesbangpol Sumenep Apresiasi Aksi Sosial PPI dan BAZNAS di Desa Ellak Daya
Danyonif TP 931/KJ Hadiri Peresmian Jembatan Perintis Garuda di Ambunten, Perkuat Sinergi TNI dan Masyarakat
89 Hari Rampung, Danrem Bhaskara Jaya Resmikan Jembatan Perintis Garuda di Ambunten Sumenep
Program Nasi Bungturat KBS Sumenep, Wujud Kepedulian Lewat Jum’at Berkah
Pertemuan Rutin DWP Bappeda Sumenep Disulap Jadi Ajang Pengembangan Kreativitas Anggota
Bersihkan dari Halinar, Rutan Sumenep Geledah Kamar dan Tes Urine Warga Binaan

Berita Terkait

Jumat, 3 Juli 2026 - 22:26 WIB

Pilkades Sumenep 2027: Achmad Farid Azzyadi Jadi Figur yang Mulai Diperhitungkan di Payudan Dundang

Jumat, 3 Juli 2026 - 21:56 WIB

Hadapi Musim Kemarau 2026, Bupati Achmad Fauzi Resmi Berlakukan Siaga Darurat Kekeringan

Jumat, 3 Juli 2026 - 20:34 WIB

Bakesbangpol Sumenep Apresiasi Aksi Sosial PPI dan BAZNAS di Desa Ellak Daya

Jumat, 3 Juli 2026 - 18:13 WIB

Danyonif TP 931/KJ Hadiri Peresmian Jembatan Perintis Garuda di Ambunten, Perkuat Sinergi TNI dan Masyarakat

Jumat, 3 Juli 2026 - 16:42 WIB

89 Hari Rampung, Danrem Bhaskara Jaya Resmikan Jembatan Perintis Garuda di Ambunten Sumenep

Berita Terbaru