JAVANETWORK.CO.ID.JAKARTA – Penghargaan bergengsi tingkat nasional kembali diraih putra daerah asal Sumenep. Owner Helmi Museum Art Sumenep, Helmi, menerima penghargaan dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia dalam kategori Penggerak Budaya Perkerisan pada peringatan Hari Keris Nasional bertema “Warisan Pusaka Lintas Generasi” yang berlangsung di Taman Mini Indonesia Indah, Sabtu malam (23/05/2026).
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi Helmi dalam melestarikan budaya keris nusantara sekaligus menjaga warisan leluhur agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman modern.
Momen penghargaan itu menjadi kebanggaan besar bagi masyarakat Madura, khususnya Kabupaten Sumenep. Kiprah pelestarian budaya yang dilakukan dari daerah kini berhasil mendapat perhatian dan pengakuan di tingkat nasional.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Owner Helmi Art Museum, Helmi mengatakan, penghargaan tersebut bukan hanya menjadi pencapaian pribadi, melainkan penghormatan bagi seluruh pegiat budaya dan pecinta keris di Indonesia yang selama ini terus menjaga warisan adiluhung bangsa.
“Penghargaan ini saya persembahkan untuk masyarakat Sumenep dan seluruh pecinta budaya nusantara. Keris bukan sekadar benda pusaka, tetapi simbol sejarah, filosofi, dan perjalanan panjang peradaban bangsa Indonesia,” kata Helmi kepada media ini, Minggu (24/05/202).
Menurutnya, pelestarian budaya harus dilakukan secara berkelanjutan melalui edukasi kepada generasi muda agar nilai-nilai luhur yang terkandung dalam seni perkerisan tidak hilang ditelan zaman.
“Kami ingin generasi muda memahami bahwa keris memiliki nilai seni tinggi, makna filosofis, dan pesan moral yang diwariskan leluhur dari generasi ke generasi,” ujarnya.
Melalui Helmi Museum Art Sumenep, Helmi aktif mengenalkan sejarah dan budaya perkerisan kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan edukatif, pameran budaya, hingga literasi sejarah pusaka nusantara.
Ia menilai budaya akan tetap bertahan apabila ada kepedulian bersama untuk menjaga dan merawatnya sebagai identitas bangsa.
“Budaya tidak akan pernah hilang jika generasi muda ikut merasa memiliki. Karena itu kami terus membuka ruang edukasi budaya agar warisan leluhur tetap dikenal dan dicintai,” tegas Helmi.
Peringatan Hari Keris Nasional tahun ini dihadiri sejumlah tokoh budaya, komunitas perkerisan, akademisi, serta pemerhati warisan budaya dari berbagai daerah di Indonesia. Tema “Warisan Pusaka Lintas Generasi” menjadi simbol pentingnya menjaga kesinambungan budaya sebagai jati diri bangsa di era modern.
Bagi Helmi, penghargaan dari pemerintah pusat tersebut menjadi motivasi baru untuk terus memperkuat gerakan pelestarian budaya dari daerah agar warisan nusantara tetap hidup dan dikenal dunia.
“Ini bukan akhir perjalanan, melainkan awal untuk bekerja lebih besar lagi dalam menjaga warisan budaya Indonesia agar tetap lestari, dikenal luas, dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” pungkasnya. (REDJAVA****)









