JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Baliho pasangan Achmad Fauzi Wongsojudo – Imam Hasyim (FAHAM) nomor urut 02, belum sehari dipasang di Desa Lapa Laok, Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur. Kini tiba-tiba lenyap dicopot dan dibuang orang tidak dikenal (OTK). Minggu, 03/11/24 pagi.
Pantauan media ini di lapangan, baliho pasangan FAHAM nomor urut 02 diduga sengaja dicopot dan dibuang bukan merupakan faktor alam. Melainkan unsur kesengajaan yang tidak suka dengan calon bupati pasangan Achmad Fauzi Wongsojudo-Imam Hasyim (FAHAM).

Hal ini, memantik reaksi para relawan Achmad Fauzi Wongsojudo – Imam Hasyim (FAHAM) yang berdomisili di desa Lapa Laok, Dungkek, Sumenep, yang mengecam keras tindakan amoral dan melanggar konstitusi ini.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Para relawan baru selesai pasang di sepanjang jalan desa Lapa Laok, Dungkek, Sumenep. Baru semalam kita pasang di tanah milik saya sendiri, yang tepat berada di depan mebel tiba-tiba lenyap hilang dicopot dan dibuang orang tak dikenal,” ujar Amin Aktivis Muda Desa Lapa Laok serta relawan FAHAM. Minggu, 03/11/24. Pagi.
Amin, Relawan FAHAM yang juga aktivis muda Desa Lapa Laok menyebut, tindakan amoral itu sangat merugikan dan mengganggu kepada iklim demokrasi yang sedang berlangsung di Kabupaten Sumenep ini.

“Hal tersebut tentu sangat menganggu iklim demokrasi di Kabupaten Sumenep, apalagi Baliho yang dicopot dan dibuang itu berada di tanah milik keluarga besar saya sendiri,” sebutnya.
Amin berharap, kepada masyarakat Sumenep, khususnya di Desa Lapa Laok, tindakan amoral yang sangat menggangu kepada pesta demokrasi ini tidak terulang kembali.
“Saya berharap kejadian ini tidak terulang lagi di Sumenep, khususnya di desa Lapa Laok. Sebab, ini sangat menggangu kepada iklim demokrasi kita dan memantik reaksi perpecahan dan kegaduhan di Desa Lapa Laok, Sumenep, Madura,” harapnya. (REDJAVA****)









