JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Laut bersaksi, langit memberkati. Di pesisir eksotis Pantai Badur, Kecamatan Batuputih, sejarah baru akan terukir: 756 pasangan akan resmi disatukan dalam prosesi isbat nikah akbar terbesar sepanjang sejarah Kabupaten Sumenep.
Kegiatan monumental ini menjadi rangkaian Hari Jadi Kabupaten Sumenep ke-756, yang akan digelar pada Sabtu pagi, 17 Mei 2025, mulai pukul 06.00 WIB.
Pemerintah Kabupaten Sumenep berkolaborasi dengan Pemerintah Desa Badur menghadirkan momentum sakral, di mana cinta, legalitas, dan budaya berpadu menjadi satu dalam pelukan samudera.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Lebih dari sekadar legalisasi, isbat nikah massal ini adalah gerakan sosial berjiwa besar: memperkuat institusi keluarga, menjamin hak-hak sipil, dan meneguhkan nilai-nilai luhur yang telah mengakar dalam denyut kehidupan masyarakat Madura.
Kepala Desa Badur, Atnawi, S.E., sosok di balik gagasan besar ini, berbicara dengan mata berbinar penuh harap.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap pasangan bukan hanya sah di mata agama, tapi juga kuat di mata hukum negara. Ini soal masa depan anak-anak mereka, soal hak-hak yang harus dilindungi, dan tentang keberanian bermimpi lebih besar untuk keluarga mereka,” ujar Atnawi kepada media ini, Sabtu (26/04/2025).
Atnawi menegaskan, fokus utama isbat nikah ini adalah masyarakat Desa Badur, sebelum nantinya meluas ke desa-desa lain di wilayah Kecamatan Batuputih.
“Kami mulai dari Badur, kampung kami sendiri, sebagai titik awal perubahan. Baru kemudian, kita bergerak ke desa-desa lainnya,” imbuhnya.
Pantai Badur dipilih bukan tanpa alasan. Hamparan pasir putih, deburan ombak, dan angin samudera menciptakan suasana sakral seolah semesta turut merestui.
Di bawah langit biru dan sinar mentari pagi, ratusan pasangan akan mengikrarkan janji suci, mengikat cinta mereka dalam ikatan yang sah, suci, dan dilindungi hukum.
Acara akbar ini akan dihadiri langsung oleh Bupati Sumenep, Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, S.H., M.H., dan Wakil Bupati, K.H. Imam Hasyim, S.H., M.H.
Kehadiran dua pemimpin ini menjadi simbol nyata kehadiran negara di tengah rakyatnya mempertegas bahwa negara tidak membiarkan satu pun warganya tertinggal dari jaminan hukum dan sosial.
Dalam sebuah pernyataan, Bupati Fauzi menegaskan bahwa isbat nikah ini jauh melampaui sekadar pengesahan administrasi.
“Isbat nikah ini tentang keadilan sosial. Ini tentang bagaimana negara hadir, memastikan setiap warga, baik di kota maupun pelosok, memiliki hak hidup dalam keluarga yang tertib, sah, dan dilindungi undang-undang,” tegas Bupati Fauzi.
Sosok orang nomer satu di Kabupaten Sumenep itu menambahkan, pembangunan Sumenep tidak cukup hanya dengan membangun jalan dan gedung.
Lebih dalam, pembangunan harus menyentuh mentalitas, sosial, dan budaya masyarakat.
“Ketika keluarga-keluarga kuat, maka masyarakat menjadi kokoh. Dan bila masyarakat kokoh, Sumenep akan melesat menjadi daerah yang maju, berdaya saing, dan bermartabat,” pungkasnya.
Bagi masyarakat yang membutuhkan informasi lebih lanjut, panitia telah membuka layanan resmi via WhatsApp di nomor 0853-3073-6868.
Tak berhenti di situ, usai prosesi sakral ini, Pantai Badur kembali akan menjadi magnet ribuan orang.
Pada hari yang sama 17 Mei 2025 siang, Festival Tradisional Ojhung Madura seni adu ketangkasan khas Sumenep akan digelar, menghidupkan kembali denyut kearifan lokal dalam perayaan yang sarat makna.
Tahun ini, Pantai Badur tak sekadar menjadi latar, melainkan jantung dari seluruh semesta perayaan: pusat cinta, budaya, dan kebanggaan masyarakat Sumenep. (REDJAVA****)








