JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP– Sebuah inisiatif strategis lahir di Kabupaten Sumenep. Polres Sumenep, di bawah kepemimpinan Kapolres AKBP Henri Noveri Santoso, S.H., S.I.K., M.M., resmi meluncurkan Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) sebagai bagian dari komitmen nyata dalam mendukung ketahanan pangan dan program makan bergizi gratis.
Dalam seremoni yang berlangsung di Mapolres Sumenep, Senin (24/2/2025), jajaran kepolisian bersama Ketua Bhayangkari Cabang Sumenep mengikuti Zoom Meeting Nasional yang menandai penguatan program ini secara serentak di berbagai daerah.
Hadir pula Wakapolres Sumenep Kompol Masyhur Ade, S.I.K., M.H., Pejabat Utama (PJU) Polres Sumenep, serta Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep untuk memberikan dukungan penuh terhadap program ini.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kapolres Sumenep AKBP Henri Noveri Santoso menegaskan bahwa P2L bukan sekadar gerakan bercocok tanam di pekarangan, tetapi merupakan solusi konkret dalam menjamin ketersediaan pangan sehat, sekaligus memberdayakan masyarakat secara berkelanjutan.
“Kami melihat program ini sebagai langkah strategis untuk memastikan setiap rumah tangga dapat memiliki akses terhadap pangan sehat. Dengan mengoptimalkan lahan pekarangan, masyarakat bisa menghasilkan bahan pangan bergizi yang tidak hanya mencukupi kebutuhan sendiri, tetapi juga dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi,” ujar Kapolres.
Program ini menitikberatkan pada pemberdayaan masyarakat dalam mengelola lahan pekarangan menjadi sumber pangan yang produktif.
Dengan pendampingan dari berbagai instansi terkait, termasuk penyuluh pertanian dan komunitas lokal, diharapkan masyarakat semakin mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan mereka.
Sementara Kepala DKPP Kabupaten Sumenep, Chainur Rasyid, menyatakan bahwa program ini selaras dengan visi pemerintah daerah dalam membangun ketahanan pangan berbasis komunitas.
“Kami sangat mengapresiasi langkah Polres Sumenep dalam mendorong inisiatif ini. Kolaborasi lintas sektor sangat penting untuk memastikan keberlanjutan program P2L agar berdampak luas,” katanya.
Selain aspek ketahanan pangan, P2L juga mendukung program makan bergizi gratis yang tengah digalakkan pemerintah.
Dengan tersedianya bahan pangan sehat dari pekarangan sendiri, keluarga dapat memastikan asupan gizi yang lebih baik untuk anak-anak dan anggota keluarga lainnya.
Peluncuran P2L di Polres Sumenep diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam mengembangkan sistem pertanian berbasis komunitas.
Dengan keberlanjutan sebagai kunci utama, program ini diyakini mampu menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan sejahtera.
Kapolres Sumenep menegaskan bahwa keberhasilan program ini bergantung pada sinergi dan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.
“Kami berharap program ini tidak hanya menjadi gerakan sementara, tetapi terus berkembang menjadi kebiasaan yang mengakar di masyarakat. Jika seluruh elemen mendukung, kita bisa menciptakan ketahanan pangan yang kuat dan berkelanjutan,” pungkasnya.
Dengan semangat kebersamaan dan komitmen yang kuat, Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) bukan sekadar gagasan, melainkan langkah nyata dalam membangun ketahanan pangan yang lebih baik, dari Sumenep untuk Indonesia. (REDJAVA****)









