Sumenep Menuju Era Pendidikan Baru: Disdik Launching Pelatihan Deep Learning untuk Guru dan Kepala Sekolah

- Redaksi

Senin, 28 Juli 2025 - 17:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (Kabid GTK) Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep Akhmad Fairuzi Saat Membuka Pelatihan Pembelajaran Mendalam Tahun 2025, Senin (28/07/2025)

Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (Kabid GTK) Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep Akhmad Fairuzi Saat Membuka Pelatihan Pembelajaran Mendalam Tahun 2025, Senin (28/07/2025)

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP — Pendidikan di Kabupaten Sumenep kini memasuki babak baru yang revolusioner. Dalam upaya menciptakan pembelajaran abad 21 yang transformatif, Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep secara resmi membuka Pelatihan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) bagi guru dan kepala sekolah se-Kabupaten Sumenep.

Pelatihan yang berlangsung selama hampir sepekan ini menjadi tonggak penting dalam peningkatan mutu pendidikan daerah.

Mewakili Kepala Dinas Pendidikan, sambutan disampaikan langsung oleh Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (Kabid GTK), Akhmad Fairusi, S.Pd., M.AP, yang menegaskan bahwa dunia pendidikan tak bisa lagi bertumpu pada pola lama.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, generasi hari ini membutuhkan pendekatan pembelajaran yang bukan hanya adaptif terhadap teknologi, tetapi juga bermakna secara emosional, berkesadaran dalam proses, dan menyenangkan secara pengalaman.

“Guru hari ini bukan sekadar pengajar. Mereka adalah fasilitator, pembimbing, bahkan inspirator. Dan untuk itu, kita tidak cukup hanya dengan metode satu arah,” tegas Fairusi di hadapan ratusan peserta.

Dalam sambutannya, Fairusi memperkenalkan tiga pilar utama Deep Learning yang harus menjadi roh dalam setiap kelas di Sumenep:

Baca Juga :  Tuntaskan K2 Menjadi PPPK, Bentuk Konsisten Bupati Sumenep Tingkatkan SDM

1. Mindful Learning – pembelajaran yang penuh kesadaran, memahami kebutuhan peserta didik secara utuh;

2. Meaningful Learning – proses belajar yang menghubungkan pengetahuan dengan konteks nyata kehidupan;

3. Joyful Learning – suasana belajar yang menyenangkan, menggugah semangat eksplorasi anak.

Lebih dari itu, Deep Learning disebut bukan sekadar metode baru, tetapi sebuah filosofi pendidikan. Tujuannya bukan hanya mencetak siswa pintar, tetapi membentuk pembelajar sepanjang hayat yang kritis, kreatif, kolaboratif, dan adaptif terhadap perubahan zaman.

Baca Juga :  Ketum AMI Apresiasi Kinerja Mabes Polri Buka Tabir Kasus Kematian Brigadir J

Dalam pelatihan ini, para guru dan kepala sekolah tidak hanya diajak berdiskusi soal teori, namun ditantang untuk menciptakan laboratorium ide di sekolah masing-masing. Mereka didorong untuk menjadikan kelas sebagai ruang eksperimentasi inovatif yang memerdekakan siswa dalam berpikir dan berkarya.

“Kami ingin setiap ruang kelas di Sumenep menjadi pusat perubahan. Sekolah bukan lagi tempat mentransfer materi, tetapi rumah tumbuhnya nalar, karakter, dan keberanian bereksplorasi,” ucap Fairusi dengan penuh semangat.

Dinas Pendidikan juga menyatakan komitmennya untuk terus mendampingi para guru dan kepala sekolah. Melalui Bidang GTK, program-program pengembangan kapasitas akan terus digulirkan sebagai wujud investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia.

Pelatihan ini pun mendapat antusias luar biasa dari para peserta. Banyak guru yang merasa pendekatan Deep Learning mampu menjawab kegelisahan mereka selama ini dalam menghadapi tantangan belajar di era digital. Beberapa kepala sekolah bahkan menyatakan siap menjadikan sekolah mereka sebagai pilot project penerapan Deep Learning secara utuh.

Baca Juga :  PB IKA PMII Versi Munas VII Lanjutan Resmi Ajukan Banding ke PTUN Jakarta

Dengan diluncurkannya pelatihan ini, publik Sumenep kini menaruh harapan besar: bahwa wajah pendidikan di kota keris akan benar-benar berubah bukan hanya secara kurikulum, tetapi juga secara budaya belajar.

“Sumenep tidak boleh tertinggal. Kita harus menjemput masa depan dengan sistem pendidikan yang relevan dan humanis,” pungkas Fairusi sebelum secara resmi membuka pelatihan dengan kalimat penuh harap:
“Bismillahirrahmanirrahim, Pelatihan Pembelajaran Mendalam Tahun 2025 saya nyatakan dibuka.” tutup Akhmad Fairuzi. (REDJAVA****)

Follow WhatsApp Channel javanetwork.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

BERITA TERKAIT

Kakanwil Ditjenpas Jatim Kusnali Sambangi Rutan Sumenep, Kejar Paket hingga Batik Catra Tuai Apresiasi
Disdik Sumenep Dorong Dongeng Jadi Senjata Pendidikan Karakter Anak Sejak Dini
Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD
PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni
Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep
154 Warga Binaan Rutan Sumenep Terima Remisi HUT ke-81 RI, 2 Langsung Bebas
75 Paskibraka Sumenep Sukses Kawal HUT ke-81 RI, Honor Cair dan Evaluasi Besar Disiapkan
Camat Pragaan Pimpin Upacara HUT ke-81 RI, Kobarkan Nasionalisme dan Perkuat Kebersamaan Warga

BERITA TERKAIT

Rabu, 16 September 2026 - 08:22 WIB

Kakanwil Ditjenpas Jatim Kusnali Sambangi Rutan Sumenep, Kejar Paket hingga Batik Catra Tuai Apresiasi

Minggu, 13 September 2026 - 23:59 WIB

Disdik Sumenep Dorong Dongeng Jadi Senjata Pendidikan Karakter Anak Sejak Dini

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:32 WIB

Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep

BERITA TERBARU