JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Pelaksanaan Operasi Patuh Semeru 2025 di Kabupaten Sumenep tak hanya berfokus pada penegakan hukum lalu lintas, namun juga menampilkan pendekatan yang lebih humanis, edukatif, bahkan menyentuh sisi emosional masyarakat melalui sastra.
Wakil Bupati Sumenep, KH. Imam Hasyim, S.H., M.H., menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran Satuan Lalu Lintas Polres Sumenep atas komitmen dan kerja keras mereka dalam menjaga ketertiban berlalu lintas.
Menurut sosok orang nomer dua di Kabupaten Sumenep itu menyatakan peran Satlantas sangat penting dalam menumbuhkan kesadaran masyarakat akan keselamatan di jalan raya.
“Operasi ini bukan semata-mata soal penindakan, melainkan upaya bersama untuk membentuk budaya tertib berlalu lintas. Saya mengajak seluruh masyarakat Sumenep untuk patuh pada aturan, menggunakan perlengkapan berkendara yang sesuai, dan menghindari penggunaan ponsel saat berkendara demi keselamatan bersama,” tutut Wakil Bupati.
Menariknya, Operasi Patuh Semeru 2025 di Sumenep juga mendapat dukungan istimewa dari penyair besar asal Madura, D. Zawawi Imron, yang menyumbangkan karya syairnya sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan berlalu lintas.
Dalam bait-bait syairnya, ia mengajak masyarakat untuk melihat jalan raya sebagai ruang yang sarat makna, tempat kita belajar menghormati sesama dan menjaga nyawa.

“Jalan raya bukan hanya tempat melintas, tapi juga ruang untuk kita belajar saling menghormati. Patuh pada aturan bukan semata kewajiban hukum, tapi juga wujud cinta pada keluarga yang menanti di rumah,” demikian kutipan syair penuh makna dari D. Zawawi Imron.
Kapolres Sumenep, AKBP Rivanda, S.I.K., menyambut positif kolaborasi antara seni dan kepolisian ini. Menurutnya, pendekatan kultural seperti syair sastra mampu menyentuh kesadaran masyarakat secara lebih dalam.
“Operasi Patuh Semeru bukan hanya tentang tilang atau sanksi. Ini adalah gerakan edukasi yang harus menyentuh hati. Kami berharap pesan moral dalam syair ini bisa menjadi pengingat kuat untuk selalu mengutamakan keselamatan di jalan raya,” ungkap AKBP Rivanda.
Operasi Patuh Semeru 2025 sendiri digelar serentak di seluruh wilayah Jawa Timur, dengan tujuan utama meningkatkan disiplin berlalu lintas, menurunkan angka kecelakaan, serta menciptakan jalan yang aman dan tertib bagi semua pengguna.
‘Dengan sinergi antara pemerintah daerah, kepolisian, seniman, dan masyarakat, Sumenep diharapkan dapat menjadi contoh daerah yang tidak hanya patuh aturan, tetapi juga menjunjung nilai-nilai kemanusiaan dalam berlalu lintas,” pungkasnya. (REDJAVA****)












