JAVANETWORK.CO.ID.BANYUWANGI – Naghfir’s Institute Sumenep menggelar study banding pengembangan kopi ke Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Minggu (28/12/2025).
Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk mempelajari langsung tata kelola kopi dari hulu ke hilir di salah satu daerah penghasil kopi unggulan nasional.
Rombongan Naghfir’s Institute melakukan kunjungan ke rumah sekaligus sentra usaha Rumah Kopi Banyuwangi milik Samidi, pelaku utama industri kopi lokal yang sukses membangun ekosistem kopi berbasis petani, kualitas, dan pasar.
Direktur Naghfir’s Institute Sumenep Dr. Naghfir menegaskan, Banyuwangi dipilih karena memiliki model pengembangan kopi yang relatif utuh, mulai dari budidaya, pascapanen, hingga penguatan merek dan pemasaran.
“Kami tidak hanya ingin belajar soal produksi kopi, tetapi bagaimana Banyuwangi membangun ekosistemnya secara berkelanjutan. Ini penting agar kopi tidak berhenti sebagai komoditas mentah, melainkan menjadi kekuatan ekonomi masyarakat,” ujarnya kepada media ini, Minggu (28/12/2025).
Menurut dia, pengalaman Banyuwangi menjadi referensi berharga bagi daerah lain, termasuk Sumenep, dalam mendorong hilirisasi kopi dan peningkatan nilai tambah di tingkat petani.
“Study banding ini adalah bagian dari ikhtiar kami membangun roadmap pengembangan kopi yang berorientasi pada kesejahteraan petani dan daya saing daerah,” tambah Dr. Naghfir.
Sementara itu, CEO Rumah Kopi Banyuwangi, Samidi, menyambut positif kunjungan tersebut. Ia menilai kolaborasi antardaerah menjadi kunci penguatan kopi Nusantara di tengah persaingan global.
“Kopi akan kuat jika dibangun bersama. Petani, pelaku usaha, dan lembaga pendidikan harus saling terhubung agar kualitas terjaga dan pasar semakin luas,” kata Samidi.
Kegiatan study banding ini diharapkan menjadi pintu awal kerja sama berkelanjutan antara Naghfir’s Institute dan pelaku industri kopi Banyuwangi, sekaligus memperkuat peran lembaga kajian dalam pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal. (REDJAVA****)













