JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Menjelang puncak keberangkatan ibadah haji, jumlah calon jamaah haji (CJH) asal Kabupaten Sumenep mengalami pembaruan.
Berdasarkan hasil rapat koordinasi antara Kementerian Haji, bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), dan Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Sumenep, total CJH yang akan diberangkatkan hingga saat ini tercatat sebanyak 1.355 orang.
Di tengah peningkatan jumlah tersebut, sebanyak 805 CJH tetap masuk kategori berisiko tinggi berdasarkan hasil skrining kesehatan yang telah dilakukan tim medis.
Kepala Dinkes P2KB Sumenep melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, H. Achmad Syamsuri mengatakankondisi ini menjadi perhatian serius lintas sektor.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan oleh tim medis, sebanyak 805 calon haji masuk kategori berisiko tinggi. Ini menjadi fokus utama kami dalam memastikan kesiapan mereka,” kata H. Achmad Syamsuri, Minggu (25/04/2026)
Ia menjelaskan, mayoritas CJH berisiko tinggi merupakan jamaah lanjut usia dengan penyakit penyerta yang memerlukan pengawasan khusus.
“Kebanyakan adalah jamaah lansia dengan komorbid seperti hipertensi, diabetes, dan penyakit jantung. Karena itu, pengawasan dan pendampingan harus dilakukan secara intensif,” ujarnya.
Sebagai bentuk kesiapsiagaan, Dinkes bersama pihak terkait telah memperkuat koordinasi agar pelayanan terhadap jamaah berjalan optimal, terutama bagi mereka yang masuk kategori rentan.
“Kami sudah berkoordinasi dengan panitia haji dan lintas sektor agar jamaah berisiko tinggi ini mendapatkan layanan prioritas selama menjalankan ibadah,” tegas H. Achmad Syamsuri.
Tak hanya itu, pengawasan kesehatan juga dilakukan secara berlapis hingga mendekati hari keberangkatan, termasuk melalui skrining akhir di fasilitas kesehatan tingkat pertama.
“H-7 sebelum keberangkatan, akan dilakukan skrining terakhir di masing-masing puskesmas bagi seluruh CJH yang sudah dipastikan berangkat,” ungkapnya.
Langkah ini diambil untuk memastikan seluruh jamaah benar-benar dalam kondisi siap secara fisik.
“Tujuannya agar semua calon jamaah haji benar-benar bisa berangkat dalam kondisi sehat dan mampu menjalankan ibadah dengan maksimal,” pungkas H. Achmad Syamsuri.
Diketahui, ribuan CJH asal Kabupaten Sumenep tersebut tergabung dalam beberapa kelompok terbang (kloter) yang dijadwalkan berangkat secara bertahap sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Dengan bertambahnya jumlah jamaah dan tingginya angka risiko kesehatan, sinergi antara pemerintah daerah, tenaga medis, dan panitia haji menjadi kunci utama dalam memastikan seluruh CJH dapat menunaikan ibadah dengan aman, nyaman, dan kembali ke tanah air dalam kondisi sehat. (REDJAVA****)












