JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Komitmen untuk mempercepat penurunan angka stunting di Kabupaten Sumenep terus diperkuat melalui pendekatan kolaboratif lintas sektor.
Salah satunya diwujudkan dalam kegiatan Mini Lokakarya Rembuk Stunting yang digelar di Aula Ruang Pertemuan Puskesmas Legung Timur, Kecamatan Batang-Batang, pada Sabtu (28/06/2025).
Kegiatan penting ini dihadiri oleh Camat Batang-Batang, Satgas Stunting Kabupaten Sumenep, petugas PLKB, tenaga kesehatan jaringan, dan Tim Pendamping Keluarga (TPK) dari berbagai desa di wilayah kerja Puskesmas Legung Timur.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Puskesmas Legung Timur, Adi Mulyono, menegaskan bahwa stunting bukan hanya persoalan gizi buruk, tetapi merupakan indikator ketertinggalan yang memerlukan strategi penyelesaian menyeluruh dari hulu ke hilir.
“Stunting bukan hanya tentang tinggi badan yang kurang, tapi tentang masa depan anak-anak yang terancam. Kalau kita gagal hari ini, kita sedang menyia-nyiakan generasi penerus kita sendiri,” kata Adi Mulyono kepada media ini, Sabtu (26/06/2025).
Lebih lanjut, Adi Mulyono menjelaskan bahwa wilayah kerja PKM Legung telah menerapkan sejumlah strategi terpadu dalam menurunkan prevalensi stunting di Kecamatan Batang-Batang. Strategi tersebut meliputi:
1. Pemetaan dan Pendataan Anak Berisiko Stunting
2. Peningkatan Edukasi Gizi dan Pola Asuh
3. Pemantauan Tumbuh Kembang Anak Secara Rutin
4. Penguatan Peran TPK dan Keterlibatan Tokoh Masyarakat.
5. Konvergensi Program dengan Pemerintah Desa dan Kecamatan
“Semua strategi ini hanya akan efektif jika kita kerjakan bersama-sama. Bukan hanya tugas tenaga kesehatan. Camat, kepala desa, PLKB, bahkan RT dan tokoh masyarakat punya peran penting. Kita tidak boleh kerja sendiri-sendiri,” ujar Adi Mulyono menegaskan.
Rembuk stunting ini juga menjadi ajang evaluasi terhadap program yang sudah berjalan serta menyusun langkah lanjutan yang lebih responsif terhadap kondisi lapangan.
Dalam diskusi, terungkap beberapa kendala seperti masih rendahnya partisipasi keluarga dalam kegiatan posyandu dan tantangan geografis dalam menjangkau daerah terpencil.
Namun demikian, semangat kolaborasi para peserta yang hadir dari tenaga kesehatan, petugas PLKB, pemerintah kecamatan hingga TPK menjadi sinyal positif bahwa upaya bersama ini akan terus bergerak maju.
Camat Batang-Batang Abdul Mudjib, menyatakan dukungannya untuk memperkuat koordinasi lintas sektor serta menyiapkan langkah-langkah kebijakan di tingkat kecamatan yang mendukung percepatan penurunan stunting.
“Kami menyambut baik strategi yang disusun PKM Legung. Rembuk ini bukan akhir, tapi awal dari gerakan besar. Saya pastikan kecamatan siap jadi garda depan,” ujarnya.
Mini Lokakarya Rembuk Stunting yang berlangsung di Puskesmas Legung Timur bukan hanya rapat biasa, tetapi menjadi refleksi mendalam bahwa membangun generasi sehat dimulai dari kerja nyata hari ini.
Dengan strategi yang jelas, komitmen yang kuat, dan kolaborasi yang menyatu, Kecamatan Batang-Batang optimis dapat menjadi wilayah yang bebas stunting dalam beberapa tahun ke depan. (REDJAVA****)








