JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Dedikasi panjang para guru diniyah dalam membimbing santri hingga menjadi hafidz Al-Qur’an akhirnya mendapat panggung penghargaan.
Melalui Naghfir’s Institute Award 2026, lembaga ini menghadirkan kategori khusus Guru Diniyah Pembina Hafidz Al-Qur’an, sebagai bentuk penghormatan terhadap sosok yang selama ini bekerja dalam senyap.
Penghargaan ini ditujukan bagi para guru yang dengan kesabaran dan keikhlasan merawat, membina, serta menuntun santri hingga mampu menghafal Al-Qur’an. Peran mereka dinilai sangat strategis dalam membangun generasi Qurani di tengah masyarakat.
Direktur Naghfir’s Institute, Dr. Naghfir, menegaskan bahwa penghargaan ini hadir untuk mengangkat sosok-sosok inspiratif yang selama ini jarang tersorot publik, namun memiliki kontribusi besar bagi peradaban.
“Guru diniyah yang membina santri hingga menjadi hafidz Al-Qur’an adalah pahlawan sunyi. Mereka bekerja dengan ketulusan, menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an tanpa pamrih,” kata Dr. Naghfir disela kegiatan, Kamis (05/03/2026).
Menurutnya, proses membentuk seorang hafidz bukanlah hal instan. Dibutuhkan kesabaran panjang, keteladanan, serta kedekatan emosional antara guru dan santri.
“Di balik seorang hafidz Al-Qur’an, selalu ada guru yang sabar membimbing, mengulang, dan menjaga semangat santrinya. Itulah sosok yang ingin kami angkat melalui penghargaan ini,” tambahnya.
Sementara itu, Ustad Haridz, salah satu tokoh yang selama ini aktif membina santri penghafal Al-Qur’an, menyampaikan bahwa pengabdian guru diniyah pada dasarnya merupakan panggilan hati.
“Bagi kami, melihat santri mampu menghafal Al-Qur’an adalah kebahagiaan tersendiri. Itu bukan sekadar prestasi, tetapi amanah untuk menjaga kalam Allah,” tuturnya.
Melalui Naghfir’s Institute Award 2026, lembaga ini berharap perhatian publik terhadap para guru diniyah semakin besar. Sebab, dari tangan merekalah lahir generasi Qurani yang akan menjadi penjaga nilai-nilai keislaman di masa depan.
Penghargaan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa di balik kemajuan masyarakat, ada sosok-sosok sederhana yang bekerja dalam senyap, namun dampaknya melampaui zamannya. Para guru diniyah itu adalah penjaga cahaya Al-Qur’an yang terus menyalakan harapan bagi generasi mendatang. (REDJAVA****)












