JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Isu pernikahan usia dini kembali menjadi sorotan. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Annuqayah Posko 14 Desa Bilangan, Kecamatan Batang-Batang, memilih turun langsung ke sekolah untuk mengingatkan generasi muda agar tak tergelincir dalam praktik yang kerap memutus jalan pendidikan itu.
Lewat seminar bertajuk “Kenali Diri, Hindari Nikah Usia Dini: Motivasi Belajar Menuju Masa Depan yang Gemilang” di SMP Nurul Faizin, Selasa (16/9), para mahasiswa mendorong pelajar untuk lebih fokus pada dunia belajar, menggali potensi, sekaligus merancang masa depan yang lebih cerah.
Acara ini menghadirkan Wakil Rektor 3 Universitas Annuqayah, Dr. Achmad Khatib, M.Pd., yang tampil sebagai pemateri utama. Dalam paparannya, Dr. Khatib menegaskan bahwa nikah dini bukan hanya persoalan budaya atau tekanan lingkungan, melainkan ancaman serius bagi perkembangan psikologis, sosial, dan pendidikan anak.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Anak muda harus berani menunda pernikahan sampai waktunya tepat. Kesempatan untuk belajar, berprestasi, dan menata masa depan tidak boleh hilang hanya karena terburu-buru menikah. Pendidikan adalah investasi terbaik,” tegasnya di hadapan para siswa.
Seminar berlangsung interaktif. Puluhan pelajar tak ragu melontarkan pertanyaan hingga menyampaikan pandangan mereka soal bahaya pernikahan dini. Antusiasme itu menunjukkan bahwa isu ini begitu dekat dengan kehidupan remaja di pedesaan.

Ketua Posko 14, Ifrohatul Qomariyah, menjelaskan bahwa kegiatan ini memang disusun untuk memantik kesadaran generasi muda sejak dini.
“Kami ingin adik-adik sadar bahwa masa depan mereka sangat berharga. Jangan menikah hanya karena dorongan lingkungan. Lebih baik mengenali diri, belajar sungguh-sungguh, dan berani bermimpi besar,” ujarnya.
Apresiasi juga datang dari Kepala SMP Nurul Faizin, Al-Baihaqi, S.Pd.I. Menurutnya, seminar semacam ini bukan sekadar agenda seremonial, tetapi langkah nyata menyelamatkan generasi dari dampak nikah dini.
“Pencegahan nikah dini harus dimulai dari kesadaran pelajar sendiri. Kegiatan seperti ini sangat membantu,” ungkapnya.
Lewat semangat mahasiswa KKN ini, harapannya para pelajar Desa Bilangan tidak hanya semakin termotivasi menuntaskan sekolah, tetapi juga berani melangkah lebih jauh: mengejar pendidikan tinggi, meraih prestasi, dan menyiapkan masa depan tanpa harus terjebak nikah dini. (REDJAVA****)









