JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Dengan segala keterbatasan fisik bagi seorang Homaidi tidak menjadi penghalang bagi dirinya untuk mengukir prestasi dan membawa nama harum kota kelahirannya, Sumenep.
Homaidi merupakan atlet disabilitas penyandang Tuna Daksa dengan sederet prestasi gemilang di cabang olahraga catur di berbagai kejuaraan. Bagi dirinya kekurangan bukanlah alasan untuk tidak berkreasi.
Sosok Homaidi, atlet disabilitas lahir 1973 di Desa Payudan Nangger Kecamatan Guluk-Guluk Kabupaten Sumenep, memang mencintai dan menekuni olahraga catur sejak dirinya duduk di bangku sekolah.
“Sejak kecil mulai SD, saya memang senang dan menyukai olahraga catur dan bercita-cita untuk berprestasi layaknya atlet normal yang lainnya,” kata Homaidi kepada awak media, Jum’at (21/06/2024).
Ia menceritakan bahwa kecintaanya pada olahraga catur dimulai dari para tetangga dirumahnya dulu setiap hari dan waktu bermain catur, sejak itulah saya menyukai olahraga catur.
“Dari itu, saya sering mengikuti kejuaraan atau lomba catur dari tingkat dusun, desa, kecamatan hingga ke tingkat Kabupaten Sumenep. Dan Alhamdulillah saya juara,” ungkapnya.
Namun situasi dan kondisi mengatakan lain, selang beberapa tahun dirinya mengaku harus pergi meninggalkan kampung halaman di Desa Payudan Nangger Guluk-Guluk merantau ke Kota Surabaya untuk mencari pekerjaan.
“Hingga akhirnya suatu saat di Kota Surabaya, saya ketemu teman yang juga disabilitas yang ternyata dianya seorang atlet olahraga catur dan mengajaknya bergabung dengan National Paralimpic Committe Indonesia (NPCI) Jatim,” terangnya.
Menurut dia, hasil memang tidak pernah mengkhianati usaha, sejak dirinya bergabung di NPCI Jatim saat itu prestasi semakin meningkat. penghargaan demi penghargaan dia raih, dan dia meraih medali perak di Pekan Paralimpic Nasional 2019.
“Pada tahun 2022 yang lalu, saya memperkuat kontingen disabilitas Jawa Timur di Pekan Paralimpic Nasional (Peparnas) X di Papua. Alhamdulillah saya kembali meraih medali perak,” tutur Homaidi.
Di usianya yang sudah mencapai 51 tahun atlet disabilitas asal Sumenep itu, Homaidi masih dipercaya untuk menjadi pelatih kontingen catur NPCI Provinsi Jawa Timur untuk persiapan Peparnas 2024 di Aceh dan Sumatera.
“Tawaran itu langsung NPCI Jatim untuk menjadi pelatih. Kemudian saya terima dan setujui. Eh.. teryata jadi pelatih kontingen disabilitas di Peparnas 2024. Ini sebuah kebanggaan buat saya,” tandasnya sambil sumringah. (REDJAVA****)












