JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Menjelang fase puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Sumenep, Ahmad Halimy, mengeluarkan imbauan tegas kepada seluruh jemaah haji asal Sumenep untuk menjaga kartu Nusuk dengan penuh kehati-hatian.
Kartu Nusuk disebut sebagai dokumen vital yang menentukan kelancaran mobilitas jemaah selama berada di Tanah Suci. Tak hanya berfungsi sebagai identitas resmi, kartu ini juga menjadi akses utama dalam memperoleh berbagai layanan haji, khususnya saat memasuki fase Armuzna yang dikenal padat dan penuh dinamika.
“Kartu Nusuk ini adalah kunci layanan haji. Tanpa kartu tersebut, jemaah akan kesulitan mengakses fasilitas, terutama saat puncak Armuzna,” kata Ahmad Halimy, Rabu (29/04/2026).
Ia menegaskan, kehilangan kartu Nusuk bukan persoalan sepele. Dampaknya bisa langsung dirasakan oleh jemaah karena setiap pergerakan di area Armuzna sangat bergantung pada kartu tersebut sebagai alat verifikasi.
“Kalau sampai hilang, jemaah tidak bisa bergerak leluasa. Ini bisa menghambat pelaksanaan ibadah yang sudah terjadwal ketat,” tegasnya.
Lebih lanjut, Halimy menjelaskan bahwa proses penggantian kartu Nusuk membutuhkan waktu dan prosedur yang tidak singkat. Dalam kondisi tersebut, jemaah berpotensi tertahan dan tidak dapat mengikuti rangkaian ibadah secara optimal.
“Penggantian kartu bisa memakan waktu hingga dua hari. Selama itu, jemaah praktis tidak bisa ke mana-mana karena akses layanan terbatas,” ungkap Ahmad Halimy.
Untuk itu, ia meminta para ketua regu dan ketua rombongan agar aktif memantau kelengkapan dokumen jemaah. Pengawasan ini dinilai penting guna mencegah kendala administratif yang dapat berdampak pada kelancaran ibadah.
“Kami berharap semua petugas kloter ikut memastikan dokumen jemaah aman. Dengan kesiapan bersama, pelaksanaan ibadah haji dapat berjalan lancar tanpa hambatan,” pungkasnya. (REDJAVA****)












