JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Semangat kebersamaan dan profesionalisme mewarnai pertemuan lintas generasi yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumenep, Selasa (28/04/2026).
Dalam balutan Halal Bihalal, para wartawan senior dan generasi muda duduk satu meja, menyatukan visi untuk menjaga marwah pers di tengah arus perubahan yang kian cepat.
Bertempat di Sumenep, kegiatan ini menjelma lebih dari sekadar tradisi pasca-Lebaran. Ia menjadi ruang refleksi, konsolidasi, sekaligus transfer nilai di mana pengalaman panjang para senior berpadu dengan energi dan idealisme generasi baru.
Ketua PWI Sumenep, Faisal Warid, menegaskan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai pijakan strategis dalam memperkuat fondasi organisasi. Bukan hanya menjaga silaturahmi, tetapi juga memastikan kualitas jurnalistik tetap terjaga.
“Ini bukan sekadar halal bihalal. Kami ingin menjadikannya tradisi yang memperkuat soliditas organisasi sekaligus ruang belajar lintas generasi,” kata Faisal Warid.
Menurutnya, tantangan dunia pers saat ini menuntut wartawan tidak hanya cepat, tetapi juga akurat, berintegritas, dan berpegang teguh pada etika.
Di sinilah peran senior menjadi krusial sebagai penjaga nilai dan arah.
“Kita butuh bimbingan para senior. Pengalaman mereka adalah kompas yang membimbing kami, terutama dalam menjaga etika dan profesionalisme,” ujarnya.
Faisal juga menekankan bahwa profesionalisme wartawan tidak cukup dibangun dari keterampilan teknis semata. Ada nilai tanggung jawab publik yang harus terus dirawat dan diwariskan.
“Pers memiliki tanggung jawab besar terhadap masyarakat. Nilai itu yang harus terus hidup di setiap generasi,” tegasnya.
Sementara itu, Penasehat PWI Sumenep, Moh. Rifa’i, menilai forum lintas generasi ini sebagai momentum penting untuk menjaga kesinambungan organisasi sekaligus memperkuat ikatan emosional antaranggota.
“Ini bukan hanya soal bertemu, tapi bagaimana para senior memberi arah dan memastikan generasi penerus tetap berada di jalur yang benar dalam menjaga marwah profesi,” tutur Rifa’i.
Ia mengingatkan, di tengah derasnya arus informasi, wartawan dituntut tetap menjadi penjaga akurasi dan kepercayaan publik.
“Kerja pers adalah pengabdian. Profesionalisme harus menjadi identitas, karena yang kita jaga adalah kepentingan masyarakat,” tandasnya.
Melalui Halal Bihalal lintas generasi ini, PWI Sumenep menegaskan komitmennya untuk terus tumbuh sebagai organisasi yang solid, adaptif, dan berintegritas.
Sebuah langkah kecil yang memancarkan harapan besar bahwa pers daerah mampu berdiri kokoh, menjadi penjernih informasi, sekaligus penjaga demokrasi di tingkat lokal hingga nasional. (REDJAVA****)













