Nelayan 72 Tahun Meninggal Dunia, Perahu Karam di Perairan Pakamban Laok Sumenep

Jumat, 10 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nelayan 72 Tahun Meninggal Dunia, Perahu Karam di Perairan Pakamban Laok Sumenep

Nelayan 72 Tahun Meninggal Dunia, Perahu Karam di Perairan Pakamban Laok Sumenep

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Musibah menimpa sekelompok nelayan saat melaut di perairan Desa Pakamban Laok, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, Kamis pagi kemarin. Seorang pria bernama M. Rusdi (72) meninggal dunia setelah perahu yang ditumpanginya terbalik dan karam.

Kejadian bermula saat korban berangkat melaut pukul 08.00 WIB bersama tiga orang lainnya, yakni sepupunya Bustomi beserta dua cucunya yang masih kecil, untuk memasang jaring ikan. Mereka menggunakan perahu fiber sepanjang 5 meter.

“Saat proses pemasangan jaring berlangsung, korban berjalan ke sisi perahu sehingga keseimbangan terganggu dan perahu akhirnya karam. Keempat penumpang langsung tercebur ke laut,” kata Kapolsek Prenduan AKP Hudi Susilo dalam keterangan tertulis di grup WhatsApp Mitra Humas Polres Sumenep, Jum’at (10/09/2026).

Bantuan datang cepat dari nelayan lain bernama Musliyanto yang sedang berada di sekitar lokasi. Semua berhasil diselamatkan, namun sayangnya nyawa M. Rusdi tak tertolong, diduga karena kehabisan tenaga saat berada di dalam air.

Baca Juga :  5 Keutamaan Hari Kamis, Satu Diantaranya Dibukakan Pintu Syurga

Jenazah langsung dibawa ke rumah duka, sementara yang lain mendapat perawatan medis. Pihak kepolisian segera turun ke lokasi guna melakukan penyelidikan serta meminta keterangan para saksi.

“Berdasarkan hasil penyelidikan awal, peristiwa ini murni kecelakaan laut. Keluarga juga menolak visum atau autopsi dan sudah menerima musibah ini dengan ikhlas,” tambahnya.

Polres Sumenep pun mengimbau seluruh nelayan untuk selalu waspada, perhatikan cuaca, kapasitas perahu serta lengkapi perlengkapan keselamatan guna meminimalisir risiko bahaya saat melaut.

Baca Juga :  Presiden Joko Widodo Minta Penerbangan Komersial Dibuka Setelah Peresmian Bandara Trunojoyo Sumenep

Berita Terkait

Bimtek LKPM DPMPTSP Sumenep Cetak Lonjakan Investasi Rp32,88 Miliar dalam Dua Hari
Muktamar NU ke-35 Kian Dekat, PCNU Sumenep Ajak Pengurus Perbanyak Munajat dan Riyadhoh
Audiensi PCM Kota Sumenep dan Camat Kota Perkuat Kolaborasi untuk Kemajuan Daerah
Hadapi Era Disrupsi, MTsN 2 Sumenep Susun Kurikulum Baru Demi Cetak Lulusan Tangguh
BAZNAS Sumenep Perkuat Kepercayaan Publik Lewat Audit Keuangan Tahun 2025
Hari Kedua Bimtek Investasi DPMPTSP Sumenep, Pelaku Usaha UMK dan Non UMK Dibekali Pengawasan Berbasis Risiko
Tradisi Petik Laut Masalembu Kembali Menggema, Rawatan Samudra Serukan Persatuan dan Pelestarian Laut
Pertemuan Rutin IIKP BKPH Madura Timur Jadi Motor Penguatan Keluarga dan Kinerja Perhutani

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 12:22 WIB

Bimtek LKPM DPMPTSP Sumenep Cetak Lonjakan Investasi Rp32,88 Miliar dalam Dua Hari

Jumat, 10 Juli 2026 - 12:11 WIB

Nelayan 72 Tahun Meninggal Dunia, Perahu Karam di Perairan Pakamban Laok Sumenep

Jumat, 10 Juli 2026 - 06:55 WIB

Muktamar NU ke-35 Kian Dekat, PCNU Sumenep Ajak Pengurus Perbanyak Munajat dan Riyadhoh

Kamis, 9 Juli 2026 - 23:59 WIB

Audiensi PCM Kota Sumenep dan Camat Kota Perkuat Kolaborasi untuk Kemajuan Daerah

Kamis, 9 Juli 2026 - 23:59 WIB

Hadapi Era Disrupsi, MTsN 2 Sumenep Susun Kurikulum Baru Demi Cetak Lulusan Tangguh

Berita Terbaru