JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sumenep mengajak seluruh jajaran pengurus untuk menguatkan ikhtiar spiritual menjelang pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama ke-35 di Tambakberas, Jombang.
Melalui agenda Munajat dan Riyadhoh, PCNU Sumenep ingin memastikan setiap langkah menuju forum tertinggi organisasi itu diawali dengan doa, keikhlasan, dan harapan terbaik bagi masa depan NU.
Kegiatan tersebut akan dilaksanakan pada Minggu, 12 Juli 2026, pukul 09.00–12.00 WIB, bertempat di Yayasan/PKBM Al-Qadar, Dusun Koplong, Batang-Batang Laok, Kabupaten Sumenep.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Acara ini diikuti oleh jajaran Pengurus Harian PCNU, lembaga, badan otonom (Banom), serta Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) se-Kabupaten Sumenep.
Pelaksanaan kegiatan itu merupakan tindak lanjut atas Instruksi PBNU Nomor: 552/PB.01/A.II.08.47/99/07/2066 tentang pelaksanaan munajat bersama untuk menyongsong Muktamar NU ke-35.
Ketua PCNU Kabupaten Sumenep, KH Widadi Rahim mengatakam munajat bersama bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari tradisi ulama dalam memohon pertolongan Allah SWT agar setiap keputusan yang lahir dari Muktamar membawa maslahat bagi umat.
“Muktamar NU bukan hanya forum organisasi, tetapi momentum menentukan arah pengabdian Nahdlatul Ulama kepada bangsa dan umat. Karena itu, ikhtiar lahir harus disempurnakan dengan ikhtiar batin melalui doa dan munajat bersama,” ujar KH Widadi Rahim, Jum’at (10/07/2027)
Menurutnya, seluruh elemen NU di Sumenep diharapkan hadir dengan niat yang sama, yakni memohon keberkahan agar Muktamar berlangsung aman, lancar, dan menghasilkan keputusan terbaik.
“Kami mengajak seluruh pengurus PCNU, MWCNU, lembaga, dan badan otonom untuk hadir. Kebersamaan dalam berdoa adalah kekuatan moral dan spiritual yang menjadi warisan para masyayikh Nahdlatul Ulama,” ujarnya.
KH Widadi menambahkan, semangat yang dibangun dalam kegiatan tersebut juga menjadi pengingat bahwa NU selalu mengedepankan persaudaraan, persatuan, dan kemaslahatan umat di atas berbagai kepentingan.
“Munajat ini menjadi momentum mempererat ukhuwah. Ketika hati dipersatukan dalam doa, insyaallah setiap proses organisasi akan berjalan dengan penuh keberkahan dan dijauhkan dari perpecahan,” ungkap KH. Widadi Rahim.
Ia berharap doa yang dipanjatkan seluruh keluarga besar NU di Sumenep menjadi bagian dari ikhtiar bersama yang mengiringi suksesnya Muktamar NU ke-35 di Jombang.
“Harapan kami sederhana, semoga Allah SWT memberikan kemudahan, menjaga persatuan warga Nahdliyin, serta menghadirkan pemimpin-pemimpin terbaik yang mampu membawa NU semakin bermanfaat bagi agama, bangsa, dan kemanusiaan,” tutup KH Widadi Rahim.
Dengan mengusung semangat spiritual yang menjadi ciri khas Nahdlatul Ulama, Munajat dan Riyadhoh PCNU Sumenep diharapkan menjadi penguat kebersamaan seluruh warga Nahdliyin sekaligus ikhtiar bersama menyongsong Muktamar NU ke-35 yang damai, khidmat, dan penuh keberkahan.








