JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Di tengah derasnya tantangan kehidupan modern, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama Kabupaten Sumenep terus memperkuat fondasi spiritual anggotanya melalui Pengajian Rutin DWP An-Nisa yang digelar di Aula Al Ikhlas Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumenep, Jumat (10/7/2026).
Bagi DWP Kemenag Sumenep, majelis taklim bukan sekadar agenda organisasi. Kegiatan ini menjadi ruang pembinaan karakter, penguatan nilai-nilai keislaman, sekaligus wadah membangun kebersamaan yang diyakini mampu melahirkan keluarga yang harmonis serta mendukung terwujudnya pelayanan Kementerian Agama yang semakin berkualitas.
Ketua DWP Kemenag Kabupaten Sumenep, Barratul Aini Wasid, menegaskan bahwa konsistensi menghadiri majelis ilmu merupakan investasi terbaik untuk membangun pribadi yang lebih baik.
“Majelis taklim adalah tempat kita menguatkan iman sekaligus memperkaya wawasan keagamaan. Karena itu saya mengajak seluruh anggota agar terus menjaga semangat belajar, mempererat kebersamaan, dan istiqamah menghadiri setiap kegiatan pengajian,” ujarnya.
Menurut Barratul Aini, ilmu yang diperoleh dalam setiap pengajian akan memiliki makna apabila mampu diwujudkan dalam perilaku sehari-hari, baik di lingkungan keluarga maupun di tengah masyarakat.
“Ilmu tidak boleh berhenti sebagai pengetahuan. Nilai-nilai yang kita pelajari harus tercermin dalam sikap, akhlak, serta kepedulian sosial sehingga kehadiran DWP benar-benar memberikan manfaat bagi lingkungan,” katanya.
Ia juga berharap semangat persaudaraan yang telah terbangun selama ini terus menjadi kekuatan organisasi dalam mendukung berbagai program Kementerian Agama.
“Ketika kebersamaan terus dirawat, kita akan memiliki energi positif untuk saling menguatkan, saling menginspirasi, dan bersama-sama memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan organisasi,” tutup Barratul Aini.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumenep, Abdul Wasid, mengapresiasi konsistensi para anggota Pengajian DWP An-Nisa yang terus menjadikan majelis ilmu sebagai bagian dari budaya organisasi.
Menurutnya, penguatan spiritual menjadi modal penting dalam membentuk sumber daya manusia yang berintegritas, berakhlak mulia, serta mampu menghadirkan pelayanan publik yang humanis.
“Saya mengapresiasi semangat seluruh anggota DWP An-Nisa yang tetap istiqamah menghadiri majelis ilmu. Kebersamaan seperti ini harus terus dipelihara karena menjadi kekuatan dalam membangun karakter dan memperkokoh nilai-nilai keagamaan,” ujar Abdul Wasid.
Ia berharap pengajian rutin tersebut terus menjadi inspirasi bagi seluruh keluarga besar Kementerian Agama Kabupaten Sumenep dalam meningkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat.
“Semoga setiap ilmu yang diperoleh menjadi cahaya yang membawa keberkahan bagi keluarga, lingkungan, serta semakin memperkuat komitmen kita mewujudkan Kementerian Agama yang berdampak dan semakin dipercaya masyarakat,” pungkasnya.
Melalui pengajian rutin DWP An-Nisa, Kementerian Agama Kabupaten Sumenep kembali menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia tidak hanya bertumpu pada kompetensi, tetapi juga pada kekuatan iman, akhlak, dan kebersamaan.
Semangat tersebut menjadi fondasi penting dalam menghadirkan pelayanan publik yang profesional, humanis, dan berorientasi pada kemaslahatan masyarakat.












