JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Menjelang peringatan Hari Keterbukaan Informasi Nasional (HKIN) pada 30 April, Komisi Informasi (KI) Kabupaten Sumenep tancap gas. Lima komisionernya melakukan kunjungan strategis ke Komisi Informasi Jawa Timur, Senin (27/04), untuk mematangkan langkah konkret penguatan transparansi di daerah.
Rombongan dipimpin langsung Ketua KI Sumenep, Moh Rifai, bersama Ahmad Ainol Horri, Kamarullah, Hasdani Roi, dan Winanto. Mereka disambut Ketua KI Jatim A. Nur Aminuddin, Wakil Ketua Yunus Mansur Yasin, serta Komisioner Bidang Penyelesaian Sengketa Informasi Publik Elis Yusniyawati.
Tak sekadar silaturahmi jelang HKIN, pertemuan ini jadi ajang ‘adu strategi’ memperkuat keterbukaan informasi publik di daerah. KI Sumenep ingin memastikan peringatan HKIN bukan hanya seremoni tahunan, tetapi berdampak nyata bagi masyarakat.
“Ini bukan sekadar persiapan HKIN. Kami juga sharing strategi agar keterbukaan informasi publik di Sumenep semakin kuat dan dirasakan langsung oleh masyarakat,” kata Rifai.
Menurutnya, HKIN menjadi momentum penting untuk meneguhkan komitmen terhadap tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan partisipatif sejalan dengan amanat Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik.
Di sisi lain, KI Jawa Timur memberikan apresiasi atas langkah progresif yang dilakukan KI Sumenep. Ketua KI Jatim, A. Nur Aminuddin, menilai kinerja para komisioner baru tersebut menunjukkan keseriusan dalam mengawal keterbukaan informasi.
“Saya melihat kinerja KI Sumenep sangat luar biasa. Ini bukti komitmen kuat dalam mendorong keterbukaan informasi publik di daerah,” ujarnya.
Ia berharap, langkah ini terus berlanjut dengan memperkuat budaya transparansi di badan publik serta membuka ruang partisipasi masyarakat yang lebih luas dalam mengakses informasi.
Kunjungan ini menjadi sinyal tegas bahwa keterbukaan informasi bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan fondasi utama membangun kepercayaan publik.
Dengan kolaborasi yang semakin erat antara KI daerah dan provinsi, Sumenep diharapkan mampu menjadi contoh daerah yang adaptif, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan informasi masyarakat. (REDJAVA****)












