JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Ikatan Santri Salafiyah Syafi’iyah (IKSASS) Sukorejo Situbondo menggelar Hari Kelahiran (Harlah) IKSASS ke-35 tahun.
Kegiatan tersebut bertempat di Aula Al Ikhlas Kementrian Agama di Jalan KH. Agus Salim Desa Pangarangan Kecamatan Kota, Kabupaten Sumenep, Madura Jawa Timur.
Kegiatan Harlah IKSASS ke-35 tahun diisi dengan serangkaian acara, Hatmil Qur’an, pembacaan Rabitul Haddad dan juga pembacaan sholawat.
Disamping itu juga diisi dengan dialog interaktif tentang kepesantrenan yang disampaikan Narasumber Kepala Kemenag Sumenep, KH. Khaironi Hidayat
Selain itu diisi kiprah santri di masyarakat yang diisi oleh Kolonel Moh. Sawi, SH, SIP, MH yang merupakan alumni Ponpes Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo.
Dalam pemaparannya Kolonel Moh. Sawi, SH, SIP, MH menyampaikan santri dalam kehidupan beragama, berbangsa, dan bernegara dan tidak lupa menceritakan saat dirinya di Ponpes.
Kandidat Doktor di Fakultas Hukum Universitas Negeri Jember ini menuturkan tentang amalia di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo.
“Sore hari saya selalu berada di utara musholla melihat KHR. As’ad Syamsul Arifin untuk bersalaman agar hidupnya barokah,” terang Kolonel Moh Sawi bercerita.
Sementara itu, KH. Misbahul Muhajirin memaparkan tentang Kiai As’ad dimasa dirinya mondok di tahun 1986 sampai 1990 sering mengumpulkan semua santri untuk belajar ibadah mulai dari berwudhu, sholat, muamalah, NU dan politik.
“Bahkan Kiai As’ad Syamsul Arifin berwasiat salah satunya agar alumni ikut berjuang di pendidikan Islam, dakwah lewat NU dan memikirkan ekonomi masyarakat,” ungkap KH. Misbahul Muhajirin.
Dengan motto merawat jagad dan membangun bangsa, kata pengasuh yayasan RDS Sukorejo Bangsalsari Jember ini untuk terus mengembangkan pemikiran fikih peradaban di tingkat nasional dan internasional.
“Alumni harus berjuang dan berkhidmat sungguh di IKSASS, di NU dan mencurahkan pikiran dan tenaga untuk kemaslahatan bangsa dan NKRI,” pungkasnya. (REDJAVA****)












