JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah pusat hingga 2030 menjadi tantangan besar bagi daerah, tak terkecuali Kabupaten Sumenep.
Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menegaskan bahwa pemangkasan anggaran bukan alasan untuk melemah, melainkan momentum untuk membangun dengan lebih kreatif dan inovatif.
“Kita tidak boleh hanya bergantung pada anggaran. Saatnya berpikir lebih cerdas, menggali potensi yang ada, dan mencari solusi kreatif agar pembangunan tetap berjalan optimal,” kata Bupati Fauzi, Kamis (7/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dia mengingatkan bahwa tantangan di Sumenep tidak ringan. Persoalan kemiskinan, pengangguran, inflasi, serta peningkatan layanan publik tetap harus diatasi meski anggaran diperketat.
Menurut Ketua DPC PDI-P Sumenep itu menyatakan inovasi dan kerja sama antarlembaga adalah kunci agar roda pemerintahan tetap bergerak maju.
Selain itu, Fauzi mendorong seluruh pemangku kepentingan untuk lebih agresif dalam mengembangkan potensi ekonomi lokal guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Sosok orang nomer satu di Kabupaten Sumenep menegaskan bahwa Sumenep memiliki banyak sektor unggulan yang bisa dioptimalkan untuk menopang pembangunan.
“Efisiensi anggaran jangan sampai membuat kita stagnan. Justru ini saatnya kita lebih gesit, lebih cerdas, dan lebih berani dalam mencari terobosan,” tegasnya.
Sebagai bagian dari kebijakan nasional, Pemkab Sumenep tahun ini harus memangkas anggaran sebesar Rp192,9 miliar.
Langkah ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 yang dikeluarkan oleh Presiden Prabowo Subianto. (REDJAVA****)










