JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Di tengah derasnya arus informasi digital yang kerap tak terbendung, upaya membangun budaya baca dan nalar kritis menjadi kebutuhan mendesak. Menyambut Hari Pers Nasional (HPN) 2026, Dewan Pengurus Cabang Persatuan Wartawan Republik Indonesia (DPC PWRI) Sumenep mengambil peran strategis melalui kegiatan Mimbar Jurnalistik bertema “Membangun Budaya Baca dan Nalar Kritis di Era Informasi”.
Kegiatan tersebut digelar pada Selasa (10/2/2026) siang di Lembaga Pendidikan Islam Arroqy, Desa Gadu Barat, Kecamatan Ganding, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Forum ini menjadi ruang dialog terbuka antara insan pers, pendidik, dan masyarakat dalam memperkuat fondasi literasi sejak tingkat akar rumput.
Tak sekadar diskusi, kegiatan ini juga diwujudkan melalui aksi nyata. DPC PWRI Sumenep menyerahkan hibah 50 eksemplar buku kepada pengelola Taman Baca Gerakan Literasi Arroqy, sebagai bentuk komitmen mendorong tumbuhnya minat baca di lingkungan pendidikan dan masyarakat sekitar.
Ketua DPC PWRI Sumenep, Rusydiyono, menegaskan bahwa mimbar jurnalistik bukan hanya forum diskusi, tetapi ruang edukasi publik di tengah banjir informasi yang kian sulit difilter.
“Literasi adalah kunci. Melalui mimbar jurnalistik ini, kami ingin menumbuhkan budaya membaca sekaligus melatih kemampuan berpikir kritis, terutama bagi generasi muda, agar mampu memilah informasi secara cerdas dan bertanggung jawab,” ujar Yono sapaan akrabnya.
Pandangan tersebut diperkuat oleh Tenaga Ahli Bupati Sumenep Bidang Kebudayaan dan Iptek, Ibnu Hajar. Ia menilai, penguatan literasi merupakan fondasi utama dalam membangun kualitas sumber daya manusia yang adaptif dan berdaya saing.
“Budaya baca harus menjadi gerakan bersama. Literasi yang kuat akan melahirkan masyarakat yang cerdas, kritis, dan siap menghadapi tantangan zaman,” katanya.
Sementara itu, Kepala Sekolah Lembaga Pendidikan Islam Arroqy, Kiai Subaidi Mukhtar, menyambut hangat kepercayaan yang diberikan PWRI Sumenep. Menurutnya, kegiatan ini menjadi energi baru bagi pengembangan budaya literasi di sekolah.
“Kami sangat berterima kasih. Kegiatan ini menjadi motivasi besar bagi kami untuk terus menumbuhkan semangat belajar dan budaya membaca di kalangan siswa,” tuturnya.
Hal senada disampaikan Koordinator Literasi LPI Arroqy, Ridwan. Ia menilai, hibah buku tersebut menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem literasi yang berkelanjutan di tingkat lokal.
“Kami berharap buku-buku ini benar-benar dimanfaatkan, tidak hanya oleh siswa, tetapi juga oleh masyarakat sekitar,” harap dia.
Melalui mimbar jurnalistik ini, DPC PWRI Sumenep berharap semangat literasi dan budaya membaca dapat terus tumbuh dan mengakar, khususnya di wilayah pedesaan Kabupaten Sumenep, sebagai bekal membangun masyarakat yang kritis, cerdas, dan berdaya di era informasi. (REDJAVA/$$$)












