JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Pemerintah Kabupaten Sumenep terus memperkuat langkah nyata dalam memastikan tidak ada anak yang kehilangan haknya untuk mengenyam pendidikan. Di tengah upaya membangun sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing, Pemkab Sumenep kini mengajak masyarakat menjadi bagian penting dalam gerakan bersama menekan angka putus sekolah melalui layanan Call Center 112 yang aktif selama 24 jam dan dapat diakses secara gratis.
Inisiatif ini menjadi salah satu strategi pemerintah daerah untuk mempercepat deteksi dini terhadap anak-anak usia sekolah yang tidak lagi melanjutkan pendidikan. Melalui laporan masyarakat, pemerintah dapat bergerak lebih cepat melakukan pendataan, pendampingan, hingga mencari solusi terbaik agar anak-anak tersebut kembali memperoleh kesempatan belajar.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Sumenep, Indra Wahyudi, menegaskan bahwa keberhasilan menekan angka putus sekolah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pendidikan adalah hak dasar setiap anak. Karena itu kami mengajak seluruh masyarakat untuk tidak ragu melaporkan apabila mengetahui ada anak usia sekolah yang tidak lagi bersekolah. Semakin cepat informasi diterima, semakin cepat pula pemerintah dapat mengambil langkah penanganan,” ujar Indra Wahyudi, Kamis (11/6/2026).
Menurutnya, layanan Call Center 112 hadir bukan sekadar sebagai pusat pengaduan, tetapi juga menjadi jembatan antara masyarakat dan pemerintah dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial yang membutuhkan respons cepat, termasuk persoalan pendidikan.
“Call Center 112 merupakan instrumen pelayanan publik yang kami optimalkan untuk mendukung program-program prioritas daerah. Setiap laporan yang masuk akan diteruskan kepada perangkat daerah terkait agar segera ditindaklanjuti secara profesional dan terukur,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Teknologi Informasi Diskominfo Kabupaten Sumenep, Chairul Arif Hidayat menjelaskan bahwa sistem layanan Call Center 112 telah dirancang untuk memberikan kemudahan akses bagi masyarakat dalam menyampaikan informasi maupun pengaduan penting kapan saja.
Ia mengatakan, laporan terkait anak putus sekolah menjadi salah satu perhatian serius yang akan langsung diteruskan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep guna mendapatkan penanganan sesuai kebutuhan di lapangan.
“Ketika masyarakat menemukan anak usia sekolah yang tidak lagi mengikuti proses pendidikan, cukup menghubungi 112. Informasi tersebut akan kami teruskan kepada Dinas Pendidikan agar segera dilakukan verifikasi dan penanganan sesuai kondisi yang dihadapi anak tersebut,” jelas Chairul.
Menurut Chairul, keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting dalam membantu pemerintah menemukan kasus-kasus yang selama ini belum terjangkau oleh sistem pendataan formal.
“Sering kali masyarakat sekitar menjadi pihak pertama yang mengetahui kondisi anak-anak yang berhenti sekolah. Karena itu kami berharap masyarakat tidak hanya menjadi saksi, tetapi juga menjadi bagian dari solusi dengan melaporkan informasi tersebut melalui layanan 112,” katanya.
Program ini sejalan dengan visi Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, yang menempatkan sektor pendidikan sebagai salah satu fondasi utama pembangunan daerah. Pemerintah daerah berkomitmen menghadirkan pendidikan yang inklusif, merata, dan dapat diakses oleh seluruh anak tanpa terkecuali.
Melalui sinergi antara pemerintah dan masyarakat, Pemkab Sumenep optimistis angka putus sekolah dapat terus ditekan dari tahun ke tahun. Kehadiran Call Center 112 diharapkan menjadi pintu masuk bagi lahirnya berbagai solusi yang mampu mengembalikan anak-anak ke bangku pendidikan dan membuka jalan menuju masa depan yang lebih cerah.
Dengan layanan yang aktif selama 24 jam penuh dan bebas biaya, masyarakat kini memiliki saluran yang cepat, mudah, dan terpercaya untuk turut mengawal masa depan pendidikan generasi muda Sumenep. Sebab di balik satu laporan yang disampaikan, tersimpan harapan besar untuk mengubah kehidupan seorang anak dan mewujudkan Sumenep yang semakin maju, cerdas, dan berdaya saing. (REDJAVA****)








