JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Semangat Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 tak hanya dirayakan melalui kegiatan akademik, tetapi juga digelorakan lewat olahraga.
Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (Pelti) Kabupaten Sumenep menghadirkan turnamen tenis lapangan bergengsi yang akan berlangsung selama tiga hari, mulai 1 hingga 3 Mei 2026 di Lapangan Tenis Sumekar.
Ajang ini dirancang bukan sekadar kompetisi, melainkan sebagai panggung pembinaan sekaligus penguatan jejaring antarinstansi pendidikan dan pemerintahan.
Turnamen dibagi dalam empat kategori, yakni OPD, guru dan tenaga kependidikan (tendik), ganda putri, serta kelompok usia (junior).
Pelatih Pelti Sumenep, Eko Daniel Wahyudi mengatakan turnamen ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk melahirkan atlet tenis potensial dari daerah.
“Kami ingin menjadikan momentum Hardiknas ini sebagai titik awal kebangkitan tenis lapangan di Sumenep, khususnya dari kalangan usia dini yang menjadi fondasi utama prestasi ke depan,” kata Eko Daniel Wahyudi, Kamis (30/04/2026).
Menurutnya, pembinaan atlet muda menjadi prioritas utama Pelti. Hal itu tercermin dari dominasi kategori junior yang diisi kelompok umur KU 8, KU 10, KU 12, hingga KU 14, baik putra maupun putri.
“Fokus kami jelas, membina sejak dini. Ada puluhan atlet muda binaan yang kami turunkan agar mereka terbiasa dengan atmosfer kompetisi sejak awal,” tegasnya.
Tak hanya menyasar atlet muda, Pelti Sumenep juga membuka ruang partisipasi bagi kalangan pendidik. Antusiasme guru dari berbagai jenjang pendidikan menjadi warna tersendiri dalam turnamen ini.
“Kami melihat peran guru sangat strategis. Ketika mereka ikut terlibat, maka semangat olahraga juga akan menular kepada para siswa di sekolah,” tambahnya.
Lebih jauh, turnamen ini diharapkan mampu menjadi katalisator tumbuhnya minat masyarakat terhadap tenis lapangan. Tidak hanya di kalangan pelajar, tetapi juga aparatur sipil negara dan komunitas umum.
Dengan atmosfer kompetitif yang dibalut semangat kebersamaan, Pelti Sumenep optimistis turnamen ini akan menjadi agenda rutin yang mampu melahirkan atlet-atlet potensial sekaligus memperkuat budaya hidup sehat di tengah masyarakat.
Hardiknas pun tak lagi sekadar seremoni, melainkan menjadi ruang aktualisasi prestasi dari lapangan pendidikan menuju lapangan pertandingan. (REDJAVA****)












