JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Komitmen membangun kemandirian ekonomi desa kembali ditegaskan melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) BUMDesa Mandiri Sejahtera Desa Dasuk Laok, Kecamatan Dasuk, yang digelar pada Rabu (29/04/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kapasitas pengelolaan usaha desa agar lebih adaptif, inovatif, dan berdaya saing.
Bertempat di balai desa, kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Camat Dasuk, Drs. Wismadi Laksono, MH, Penjabat (Pj) Kepala Desa Dasuk Laok, serta perangkat desa setempat.
Kehadiran para pemangku kebijakan ini menegaskan dukungan penuh terhadap pengembangan BUMDesa sebagai motor penggerak ekonomi lokal.
Suasana kegiatan berlangsung dinamis. Para peserta yang terdiri dari pengurus BUMDesa dan unsur masyarakat tampak antusias mengikuti setiap sesi, mulai dari pemaparan materi hingga diskusi interaktif terkait pengelolaan unit usaha desa.
Camat Dasuk, Drs. Wismadi Laksono, MH, dalam arahannya menyampaikan bahwa BUMDesa harus menjadi tulang punggung ekonomi desa yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
“BUMDesa bukan hanya sekadar lembaga usaha, tetapi harus menjadi kekuatan ekonomi yang mampu menggerakkan potensi lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara nyata,” kata Camat Wismadi Wicaksono.
Ia menambahkan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi kunci utama dalam memastikan keberlanjutan BUMDesa di tengah persaingan ekonomi yang semakin kompleks.
“Pengelolaan BUMDesa harus dilakukan secara profesional, transparan, dan akuntabel. Jika dikelola dengan baik, BUMDesa bisa menjadi sumber Pendapatan Asli Desa yang signifikan,” lanjutnya.
Lebih jauh, Wismadi juga mendorong lahirnya inovasi-inovasi baru dalam pengembangan unit usaha desa, agar tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu berkembang secara berkelanjutan.
“Kita tidak boleh stagnan. BUMDesa harus berani berinovasi, menggali potensi lokal, dan menciptakan peluang usaha baru yang relevan dengan kebutuhan masyarakat,” tutup Camat Dasuk Wismadi Wicaksono.
Bimtek ini tidak sekadar menjadi forum pembelajaran, tetapi juga wadah konsolidasi antar pemangku kepentingan desa. Berbagai persoalan riil yang dihadapi pengelola BUMDesa dibahas secara terbuka, mulai dari tata kelola usaha hingga strategi pemasaran produk desa. (REDJAVA****)











