JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Sinergi antarlembaga kembali diperlihatkan dalam pelaksanaan operasi gabungan (Opgab) yang melibatkan UPT PPD Sumenep, Satlantas Polres Sumenep, Bapenda Kabupaten Sumenep, dan Jasa Raharja.
Kegiatan yang digelar di Pos Lantas Polres Sumenep dan kawasan Jalan Taman Adipura Sumenep tersebut tidak hanya berfokus pada penegakan aturan lalu lintas, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kewajiban membayar pajak kendaraan bermotor dan pentingnya keselamatan berkendara.

Sejak pagi, petugas gabungan melakukan pemeriksaan secara humanis dan persuasif terhadap para pengguna jalan. Selain memeriksa kelengkapan administrasi kendaraan, petugas juga melakukan penindakan terhadap pengendara yang masih menggunakan knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis atau yang dikenal masyarakat sebagai knalpot brong.
Kanit Turjawali Satlantas Polres Sumenep, IPDA Dypta, S.H., menegaskan bahwa operasi gabungan ini merupakan bagian dari upaya menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) di wilayah Kabupaten Sumenep.

“Kami melaksanakan kegiatan ini secara humanis, santun dan mengedepankan pendekatan edukatif kepada masyarakat. Namun terhadap pelanggaran yang berpotensi mengganggu ketertiban dan kenyamanan publik, seperti penggunaan knalpot brong, tentu kami lakukan penindakan sesuai aturan yang berlaku,” tegas IPDA Dypta disela-sela kegiatan kepada media ini.
Menurutnya, keberadaan knalpot brong masih menjadi salah satu keluhan masyarakat karena menimbulkan kebisingan dan mengganggu kenyamanan pengguna jalan maupun lingkungan sekitar.
“Melalui operasi gabungan ini kami ingin membangun kesadaran bahwa tertib berlalu lintas bukan hanya soal mematuhi aturan, tetapi juga bentuk penghormatan terhadap hak dan kenyamanan masyarakat lainnya,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala UPT PPD Sumenep, Samtiono, S.H., M.H., mengungkapkan bahwa operasi gabungan tersebut juga berhasil menemukan puluhan kendaraan roda dua yang belum melakukan perpanjangan pajak kendaraan bermotor.
“Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan petugas gabungan, ditemukan sebanyak 38 kendaraan roda dua yang belum melakukan perpanjangan pajak STNK. Temuan ini menjadi indikator bahwa masih diperlukan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap kewajiban pembayaran pajak kendaraan bermotor,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa pajak kendaraan memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan daerah serta peningkatan pelayanan publik kepada masyarakat.
“Pajak kendaraan bermotor yang dibayarkan masyarakat akan kembali kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan dan pelayanan publik. Karena itu kami terus mengajak seluruh wajib pajak untuk memenuhi kewajibannya tepat waktu,” jelas Samtiono, SH, MH.
Dalam kegiatan tersebut, Jasa Raharja turut ambil bagian dengan memberikan edukasi keselamatan kepada pengguna jalan.
Perwakilan Jasa Raharja, Aditya, membagikan stiker himbauan keselamatan kepada pengendara roda empat sebagai bagian dari kampanye menekan angka kecelakaan lalu lintas.
“Keselamatan harus menjadi budaya bersama. Melalui kegiatan ini kami ingin mengingatkan masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan dalam setiap perjalanan, karena setiap pengguna jalan memiliki tanggung jawab untuk melindungi dirinya sendiri maupun orang lain,” tutur Aditya.

Di sisi lain, Sekretaris Bapenda Kabupaten Sumenep, Ir. Shalat Junaidi, menilai operasi gabungan tersebut menjadi contoh nyata kuatnya kolaborasi lintas instansi dalam memberikan pelayanan sekaligus edukasi kepada masyarakat.
“Kegiatan ini menunjukkan bahwa upaya meningkatkan kepatuhan pajak kendaraan dan kesadaran berlalu lintas tidak dapat dilakukan sendiri-sendiri. Dibutuhkan sinergitas yang kuat antara Satlantas, UPT PPD, Bapenda dan Jasa Raharja agar hasilnya lebih optimal,” ungkapnya.
Menurut Shalat Junaidi, pendekatan kolaboratif menjadi strategi efektif untuk membangun kesadaran masyarakat secara berkelanjutan.
“Kami berharap operasi gabungan seperti ini mampu meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak kendaraan, melengkapi administrasi kendaraan, sekaligus menumbuhkan budaya tertib dan aman berlalu lintas di Kabupaten Sumenep,” pungkasnya.
Operasi gabungan yang berlangsung tertib dan kondusif tersebut menjadi bukti nyata komitmen seluruh instansi terkait dalam menghadirkan pelayanan publik yang lebih baik.
Melalui penegakan hukum yang humanis, edukasi keselamatan yang berkelanjutan, serta penguatan kesadaran pajak kendaraan bermotor, diharapkan masyarakat Sumenep semakin patuh terhadap aturan dan turut berkontribusi dalam mendukung pembangunan daerah. (REDJAVA****)
















