Hadiri Kontes Paguyuban Sapi Sonok, Begini Harapan Mahasiswa KKN STKIP PGRI Sumenep

- Redaksi

Sabtu, 27 Juli 2024 - 15:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hadiri Kontes Paguyuban Sapi Sonok, Begini Harapan Mahasiswa KKN STKIP PGRI Sumenep. Sabtu (27/07/2024)

Hadiri Kontes Paguyuban Sapi Sonok, Begini Harapan Mahasiswa KKN STKIP PGRI Sumenep. Sabtu (27/07/2024)

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Kontes Sapi Sonok kembali digelar di Desa Waru Barat, Kecamatan Waru, Kabupaten Pamekasan pada Sabtu (27/07/24) yang bertempat di lapangan Sonok Dusun Palalang.

Acara tersebut diselenggarakan oleh Paguyuban Sapi Sonok Pantura, yang kepesertaannya datang dari berbagai kecamatan yang ada di Kabupaten Sumenep dan Kabupaten Pamekasan.

Adapun delegasi dari Kabupaten Sumenep di antaranya yaitu kecamatan Dungkek, Batuputih, Gapura, Pasongsongan, Lenteng dan dari Kabupaten Pamekasan meliputi Kecamatan Waru dan beberapa kecamatan lain yang ada di Pantura dan sekitarnya.

Mereka tiba di lokasi acara sekitar pukul 06.00 WIB, bahkan sudah ada yang datang mulai pukul 23.00 malam hari-H dengan membawa sapi terbaiknya lengkap dengan grup musik saronen sebagai pengiring.

Sementara itu, Mastari salah peserta menuturkan bahwa dirinya sudah tiba di lokasi sejak pagi dan akan mengikuti acara tersebut hingga usai nanti sore

Baca Juga :  Masuki Hari ke-2 Audisi Calon Pemeran Arya dan Permaisuri, 45 Peserta Terdaftar

“Saya sudah sampai di lokasi sudah sejak pagi, dan acaranya dimulai sekitar pukul 09.00. Mengingat karena saya anggota tetap paguyuban ini, maka harus mengikuti sampai selesai hingga nanti sore, dan kontes ini digelar setiap bulan secara pindah-pindah ke berbagai daerah,” ucap Mastari saat ditemui di arena.

Baca Juga :  DPMPSTP Dan Naker Sumenep Gelar Sosialisasi dan Pembinaan Pemilik Gudang Tembakau

Di sisi lain, Asyroful Maghfur salah satu Mahasiswa KKN STKIP PGRI Sumenep Posko 22 mengharapkan kesenian Sapi Sonok harus terus dilestarikan, mengingat hal tersebut juga berdampak pada perekonomian warga.

“Kontes Sapi sinok sebagai pelestarian budaya lokal madura, memang merupakan tradisi kultural yang juga dapat mengangkat nilai relasi sinergitas desa dan memberikan respon untuk membangun perekonomian masyarakat setempat.” pungkas Maghfur. (REDJAVA****)

Follow WhatsApp Channel javanetwork.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

BERITA TERKAIT

Cabe Jamu Sumenep Dibidik Tembus Pasar Dunia, Kemensos Berdayakan 220 KPM Jadi Petani Mandiri
Semarak Sape Sonok 2026 di Sumenep, Staf Ahli Bupati Bicara Budaya hingga Ekonomi Lokal
Polisi Sumenep Sikat Peredaran Miras, 17 Botol Arak Bali Diamankan
Gerak Cepat Prajurit Yonif TP 931/KJ Padamkan Kebakaran Lahan di Kebunan
Pengabdian Berbuah Penghargaan, Imam Syafi’i S.H. Terima Lencana Pancawarsa V Tingkat Jawa Timur
PKDI Cup II 2026: Saling Serang di Lapangan, Pamekasan dan Sumenep Berbagi Angka 1-1
Era Fintech Makin Pesat, Dr. Naghfir Ingatkan Pemuda Jangan Sekadar Jadi Pengguna
Diklat Paskibra Sumenep Makin Bermakna, Yonif TP 931/KJ Beri Pembekalan Wawasan Kebangsaan

BERITA TERKAIT

Minggu, 9 Agustus 2026 - 20:41 WIB

Cabe Jamu Sumenep Dibidik Tembus Pasar Dunia, Kemensos Berdayakan 220 KPM Jadi Petani Mandiri

Minggu, 9 Agustus 2026 - 17:51 WIB

Semarak Sape Sonok 2026 di Sumenep, Staf Ahli Bupati Bicara Budaya hingga Ekonomi Lokal

Minggu, 9 Agustus 2026 - 15:26 WIB

Polisi Sumenep Sikat Peredaran Miras, 17 Botol Arak Bali Diamankan

Minggu, 9 Agustus 2026 - 14:34 WIB

Gerak Cepat Prajurit Yonif TP 931/KJ Padamkan Kebakaran Lahan di Kebunan

Minggu, 9 Agustus 2026 - 10:35 WIB

Pengabdian Berbuah Penghargaan, Imam Syafi’i S.H. Terima Lencana Pancawarsa V Tingkat Jawa Timur

BERITA TERBARU