JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Kepanikan melanda warga di Jalan Raya Gapura, Desa Bangkal, Kecamatan Kota Sumenep, Kamis (27/2/2025) pagi.
Seekor ular piton sepanjang empat meter tiba-tiba muncul di dalam rumah seorang warga, melingkar di balik rolling dan pembatas kaca. Peristiwa menegangkan ini sontak menjadi perbincangan hangat di lingkungan sekitar.
Pukul 06.02 WIB, seorang warga bernama Agus menghubungi Call Center 112 dalam kondisi cemas.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia melaporkan keberadaan ular besar yang masuk ke rumahnya, meminta bantuan segera untuk evakuasi. Laporan tersebut langsung diteruskan ke Markas Komando (Mako) Damkar Sumenep.
Respon cepat ditunjukkan oleh tim Damkar. Hanya satu menit setelah menerima laporan, mereka langsung mempersiapkan peralatan khusus untuk menangkap ular berukuran besar itu.
Pada pukul 06.05 WIB, tim bergerak menuju lokasi dengan peralatan lengkap.
Lima menit berselang, tim tiba di rumah pelapor dan langsung melakukan observasi. Keberadaan ular yang bersembunyi di balik rolling dan pembatas kaca membuat proses evakuasi menjadi lebih menantang.
Dengan strategi yang matang, tim mencoba menarik ular tersebut keluar dari tempat persembunyiannya.
“Ular berada dalam posisi melingkar dan cukup agresif. Kami harus sangat berhati-hati dalam menangani situasi ini agar tidak membahayakan warga maupun petugas,” ujar Kabid Damkar Satpol PP Sumenep, Sugiyanto kepada media ini, Kamis (27/02/2025).
Dalam suasana tegang, tim Damkar berupaya menangkap ular dengan menggunakan alat penjepit khusus.
“Kita butuh waktu hampir satu jam sebelum akhirnya, tepat pukul 07.00 WIB, ular piton sepanjang empat meter itu berhasil diamankan,” ujarnya.
Warga yang sejak awal menyaksikan proses evakuasi langsung menghela napas lega.
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian ini. Kecepatan dan ketangkasan tim Damkar dalam menangani insiden tersebut menuai pujian dari warga sekitar.
“Tim Damkar luar biasa. Begitu saya melapor, mereka langsung datang dan berhasil menangkap ular tanpa insiden berbahaya. Kami sangat berterima kasih,” ungkap Agus, pemilik rumah.
Lebih lanjut Sugiyanto mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap keberadaan hewan liar di sekitar lingkungan permukiman.
Ia juga menegaskan bahwa Call Center 112 siap siaga 24 jam untuk menerima laporan dan memberikan respons cepat terhadap situasi darurat, termasuk evakuasi hewan berbahaya.
“Jika menemukan kejadian serupa, jangan bertindak sendiri. Segera laporkan kepada kami agar bisa ditangani dengan aman,” tutupnya.
Insiden ini menjadi pengingat bahwa keberadaan hewan liar, terutama ular piton, masih menjadi ancaman nyata bagi warga Sumenep.
Keberhasilan tim Damkar dalam evakuasi kali ini membuktikan bahwa mereka bukan hanya garda terdepan dalam menangani kebakaran, tetapi juga pahlawan di saat bahaya mengintai. (REDJAVA****)









